BI: Penyaluran Kredit September 2019 Tumbuh 12,4 Persen

Kompas.com - 31/10/2018, 20:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Laporan Bank Indonesia per September 2018 mencatat penyaluran kredit perbankan tumbuh 12,4 persen yoy atau sebesar Rp 5.137,2 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penyaluran kredit bulan sebelumnya yang tumbuh 11,9 persen yoy.

Peningkatan penyaluran kredit terjadi pada debitur korporasi dan debitor perorangan dengan pangsa masing-masing 50,1 persen dan 45,6 persen dari total kredit. Pertumbuhan kredit korporasi tercatat sebesar 14,3 persen yoy, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 13,8 persen.

Begitu juga kredit untuk debitor perseorangan yang tumbuh 10,4 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 9,8 persen yoy.

Berdasarkan jenis penggunaannya, peningkatan terjadi pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi. Kredit modal kerja tercatat tumbuh dari 12,6 persen pada Agustus menjadi 13,5 persen pada September.

Baca juga: BCA: Bunga Kredit Bisa Naik hingga 200 Bps pada 2019

Pertumbuhannya terutama disebabkan akselerasi penyaluran KMK pada sektor perdagangan, hotel, dan restoran yang tumbuh 11,5 persen yoy, serta sektor industri pengolahan yang tumbuh 13,9 persen yoy.

Laporan BI menunjukkan, penyaluran KMK untuk sektor perdagangan, hotel, dan restoran disalurkan kepada perusahaan perdagangan eceran makanan, minuman, dan tembakau di Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan akselerasi pertumbuhan untuk sektor industri pengolahan didorong pertumbuhan subsektor industri pemintalan, pertenunan, pengolahan akhir tekstil di Jawa Barat serta subsektor industri pupuk di wilayah Jawa Timur.

Sementara itu, kredit konsumsi pada September 2018 juga mengalami pertumbuhan dua digit seebsar 11,5 persen. Pertumbuhannya naik tipis dibandingkan Agustus 2018 sebesar 11,3 persen. Pertumbuhan kredit konsumsi utamanya disebabkan akselerasi Kredit Pemilikan Rumah (KPR), Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), dan kredit multiguna.

Seiring pertumbuhan kredit, penyaluran kredit untuk UMKM juga meningkat 9,4 persen atau senilai Rp 925,5 triliun. Kenaikannya terjadi dalam bentuk modal kerja maupun investasi.

Namun, di tengah akselerasi penyaluran kredit, kredit properti mengalami perlambatan dari 15,5 yoy pada Agustus 2018 menjadi 14,8 persen yoy pada September 2018. Hal ini disebabkan kredit konstruksi melambat dari 19,2 persen menjadi 18 persen, terutama pada konstruksi bangunan jalan raya di wilayah Jawa Barat dan Jawa Timur. Selain itu juga dipengaruhi perlambatan kredit real estate dari 12,5 persen menjadi 10 persen. Hal ini disebabkan perlambatan real estate gedung perkantoran di DKI Jkarta dan Jawa Timur.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mirza Adityaswara Mengundurkan Diri dari Komisaris Utama Mandiri Sekuritas

Mirza Adityaswara Mengundurkan Diri dari Komisaris Utama Mandiri Sekuritas

Whats New
2023 Bebas Tenaga Honorer, Tjahjo: Alternatifnya Ikut Tes CPNS dan PPPK

2023 Bebas Tenaga Honorer, Tjahjo: Alternatifnya Ikut Tes CPNS dan PPPK

Whats New
Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM Rupiah

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM Rupiah

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

Whats New
Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

BrandzView
Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Whats New
Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Whats New
Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Whats New
Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Whats New
Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Whats New
PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

Whats New
5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

Smartpreneur
Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Whats New
Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Whats New
Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.