Kompas.com - 02/11/2018, 06:00 WIB
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018 Reza JurnalistonMenteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly di Hotel Grand Mercure, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yassona Laoly menilai, salah satu titik lemah yang menyebabkan peringkat kemudahan berusaha Indonesia turun yakni kualitas sumberdaya notaris.

Yasonna mengatakan, pihaknya sudah berusaha untuk meningkatkan kualitas notaris di Indonesia melalui peraturan menteri (Permenkumham). Namun aturan itu dibatalkan oleh Mahkamah Agung (MA).

"Saya bingung sendiri sebetulnya kita meningkatkan kualitas manusia tetapi permen itu dibatalin sama MA. Menurut saya (upaya meningkatkan SDM notaris) itu inkonprehensif," ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (1/11/2018).

Yasonna mengatakan, peraturan menteri yang ia buat berisi kompetensi-kompetensi yang harus dicapai untuk menghasilkan SDM notaris yang berkompeten saat lulus dari perguruan tinggi

Menkumham menganggap aturan itu sebagai upaya untuk meningkatkan kemudahan berusaha di Indonesia. Sebab, peran notaris cukup besar dalam mengurus berbagai keperluan berusaha.

Bahkan, kata dia, para notaris juga menjadi salah satu pihak yang di survei oleh Bank Dunia untuk membuat peringkat kemudahan berusaha di suatu negara.

"Kalau dari sistem online kami sudah oke, setelah diajukan (izin) bisa 30 menit semua by system, by online. Tetapi di proses bisnisnya di tingkat notaris ini kan bisa berlama-lama," kata Yassona.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, laporan Bank Dunia menyebutkan sejumlah negara mengalami kenaikan skor kemudahan berusaha. Urutan pertama yang mengalami peningkatan kemudahan berusaha tertinggi adalah Afghanistan, disusul Djibouti dan China.

Peringkat RI turun dari 72 menjadi 73. Meski ada perbaikan iklim usaha, namun pertumbuhannya kurang bisa mengimbangi negara lainnya.

Posisi Indonesia jauh tertinggal dari Malaysia di peringkat 15 dengan skor 80,6.

Thailand juga mengalami pertumbuhan kemudahan di peringkat 27 dengan skor 78,45. Sementara peringkat pertama kemudahan berusaha diduduki Selandia Baru, disusul Singapura, Denmark, Hong Kong, dan Korea.

Baca juga: Kemudahan Berusaha Indonesia Turun Satu Peringkat

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.