Airbus Akui Sulit Kejar Target Pengiriman Pesawat

Kompas.com - 02/11/2018, 07:32 WIB
Pesawat Airbus A330-200 milik maskapai penerbangan Belanda, KLM. AFP / FABIO LIMAPesawat Airbus A330-200 milik maskapai penerbangan Belanda, KLM.

PARIS, KOMPAS.com - Pabrikan pesawat asal Eropa Airbus mempertahankan target pengiriman pesawatnya untuk tahun ini. Namun, Airbus mengakui target tersebut akan lebih menantang untuk tercapai.

Kekhawatiran yang diutarakan Airbus ini menyusul serangkaian permasalahan industri. Airbus pun menyatakannya usai melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2018.

Dikutip dari CNBC, Jumat (2/11/2018), Airbus melaporkan laba operasional mencapai 1,576 miliar euro atau 1,8 miliar dollar AS pada kuartal III 2018. Adapun pendapatan dilaporkan mencapai 15,451 miliar euro.

Secara umum, para analis mengekspektasikan laba operasional Airbus mencapai 1,441 miliar dollar AS. Adapun pendapatan sebelumnya diproyeksikan mencapai 15,316 miliar euro.

Airbus sendiri telah dihadapkan pada sejumlah permasalahan industrial pada produksi pesawat seri A321neo. Masalah baru ini terjadi di tengah upaya Airbus mengurai antrian pengiriman pesawat.

"Masih banyak yang harus dilakukan sebelum akhir tahun untuk memenuhi komitmen (pengiriman pesawat)," kata Airbus.

Pada tahun 2018 ini, Airbus tetap menargetkan pengiriman sekira 800 unit pesawat komersial. Sebelumnya, target itu tidak termasuk pengiriman pesawat jet Bombardier CSeries.

Airbus pun menegaskan bahwa pengiriman pesawat menjadi prioritas utama saat ini.



Sumber CNBC
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Penasaran Berapa Kekayaan Ketua DPR Puan Maharani?

Whats New
Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Resesi Atau Tidak Resesi, RI Harus Contoh China...

Whats New
KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

KAI Tambah 5 Perjalanan Kereta dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen, Simak Jadwalnya

Whats New
Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Ajak Mahasiswa Jadi Pengusaha, Sandiaga Uno: Kunci Suksesnya Itu Dimulai dari Minat

Smartpreneur
[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

[POPULER MONEY] Perusahaan Hary Tanoe Laporkan Perusahaan Korea | Kelanjutan Sengketa Warisan Pendiri Sinar Mas

Whats New
Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Cabut Gugatan soal Warisan Pendiri Sinar Mas, Ini Permintaan Freddy Wijaya

Whats New
PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

PLN : Sudah 100.000 Pelanggan Tambah Daya Listrik Seharga Rp 170.845

Whats New
Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Jadi Sumber Polemik Riau dan Sumbar, Apa Itu Pajak Air Permukaan?

Whats New
Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Di Tengah Pandemi, Pendapatan Emiten Pelayaran Meningkat

Whats New
Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Ahok: Saya Digaji untuk Menyelamatkan Uang Pertamina

Whats New
LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

LPEI: Peran Penjamin Kredit Penting untuk Pemulihan Ekonomi

Whats New
Sri Mulyani:  Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Sri Mulyani: Bantuan Sosial Telah Mencapai Lebih dari Rp 203 triliun

Rilis
Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Menkop Teten Minta Jajarannya Berhati-hati dalam Jalankan Program PEN

Rilis
BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

BTN Restrukturisasi Kredit Rp 36,4 Triliun hingga Akhir Juni 2020

Whats New
Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Ini yang Terjadi pada Reksa Dana saat Indeks LQ45 dan IDX30 Dievaluasi

Spend Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X