Kemenhub Ungkap 4 Perilaku Utama Penyebab Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan

Kompas.com - 04/11/2018, 06:30 WIB
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (13/9/2018).-KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMA Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi saat diwawancarai di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kecelakaan lalu lintas di jalan raya jari penyebab ke-2 terbesar yang mengakibatkan kematian di dunia.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengungkapkan ada 4 perilaku utama kecelakaan lalu lintas, di mana setiap 1 jam terdapat 4 orang meninggal dunia dengan 72 persen di Indonesia.

“4 penyebab utamanya adalah berbonceng sepeda motor lebih dari 2 orang, tidak menggunakan helm, menggunakan handphone saat mengemudi dan tidak menggunakan sabuk keselamatan sehingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas di jalan raya yang menimbulkan korban, baik luka-luka maupun meninggal dunia,” ujar Budi dalam keterangan pers, Sabtu (3/11/3018).

Budi pun mengungkapkan, potret keselamatan jalan utamanya di Papua Barat tahun 2017 dimana telah terjadi kecelakaan dengan korban meninggal dunia 129 orang, korban luka berat 255 orang dan luka ringan 577 orang di mana paling banyak korban kecelakaan pada usia 20-29 tahun.

Sedangkan jumlah kasus kecelakaan berdasarkan pendidikan paling banyak pada siswa SMA, di mana jumlahnya pada tahun 2017 sebanyak 138.995 kejadian dan 132.423 kejadian selama tahun 2018.

"Jumlah ini masih terlampau banyak, mulai saat ini masyarakat dan siswa SMA sederajat pada khususnya harus sadar betul akan pentingnya keselamatan dengan memperhatikan kelengkapan berkendara sehingga diharapkan pada tahun ini dan tahun-tahun berikutnya jumlah kecelakaan dapat menurun drastis, kalau bisa zero accident kita harus optimis," papar Budi.

Sementara itu, ia menambahkan, sebagian besar kematian akibat kecelakaan sepeda motor diakibatkan cedera kepala.

“Dengan menggunakan helm secara benar dapat mengurangi 40 persen resiko kematian karena kecelakaan,” tutur Budi.

Oleh karena itu, ia berpesan di Papua Barat khususnya untuk selalu menggunakan helm dengan benar walaupun hanya menempuh jarak yang dekat.

Terakhir, Budi mengatakan bahwa masyarakat juga memiliki peranan yang penting dalam keselamatan lalu lintas.

“Berkendaralah yang baik, perlengkapan yang sesuai, memiliki kompetensi dalam berkendara, perhatikan kondisi kendaraan dan jangan egois ketika sedang berkendara di jalan. Kita juga ingin betul-betul mengedukasi masyarakat bahwa keselamatan lalu lintas baik itu darat, laut, udara dan kereta api itu menjadi fokus utama kita semuanya," tambahnya.




Close Ads X