Kecelakaan Penerbangan yang Tak Kunjung Usai Halaman 1 - Kompas.com

Kecelakaan Penerbangan yang Tak Kunjung Usai

Kompas.com - 04/11/2018, 19:07 WIB
Roda pesawat Lion Air JT 610 Tiba di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (3/11/2018) dengan menggunakan KRI Banda AcehKOMPAS.com/Ryana Aryadita Roda pesawat Lion Air JT 610 Tiba di JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Sabtu (3/11/2018) dengan menggunakan KRI Banda Aceh


PESAWAT terbang Boeing–737 Max 8 dari maskapai penerbangan Lion Air JT-610 yang berangkat dari Jakarta dengan tujuan Pangkal Pinang berakhir tragis di perairan laut Jawa pada Kawasan utara Karawang.

Peristiwa menyedihkan itu terjadi di pagi hari Senin yang cerah tanggal 29 Oktober 2018, memakan korban 189 orang yang terdiri dari para penumpang dan kru pesawat.

Kita semua bersedih dan segera mempertanyakan mengapa kecelakaan itu bisa terjadi di tengah-tengah kemajuan teknologi penerbangan yang begitu pesat terutama dalam hal keselamatan penerbangan.

Hal mendasar dalam dunia penerbangan adalah bahwa sebuah operasi penerbangan harus dilakukan oleh orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya dan terlatih dengan baik untuk bekerja sebagai sebuah tim yang solid.

Hal mendasar lainnya adalah bahwa dalam dunia penerbangan dituntut sikap yang mapan dalam mematuhi semua aturan, ketentuan, regulasi dan prosedur yang berlaku tanpa kompromi.

Itu sebabnya maka semua kegiatan dalam dunia penerbangan membutuhkan sebuah mekanisme pengawasan yang ketat.

Dalam kondisi yang seperti itu, bila terjadi pelanggaran terhadap ketentuan, aturan, regulasi dan prosedur maka harus dijatuhkan sanksi hukuman yang setimpal.

Persoalan penerbangan komersil

Apa yang sebenarnya terjadi dalam dunia penerbangan kita belakangan ini?

Kecelakaan tragis yang terjadi di hari Senin yang naas itu hanyalah sebuah tampilan dari sekian banyak permasalahan dalam dunia penerbangan kita sepanjang 10 sampai dengan 18 tahun terakhir ini.

Dunia penerbangan sipil komersial di Indonesia memang sedang tumbuh dengan “luar-biasa” dalam satu sisi saja yaitu pertumbuhan jumlah penumpang yang meningkat sangat tinggi setiap tahunnya.

Sayangnya, pertumbuhan jumlah penumpang ini tidak atau kurang diiringi upaya sejajar dalam mempersiapkan jumlah SDM dengan pendidikan dan latihan di bidang penerbangan sesuai kriteria yang dibutuhkan.


Page:

Close Ads X