Mengintip Peluang Usaha Ayam Geprek Khas Wonogiri

Kompas.com - 05/11/2018, 06:10 WIB
Ayam Geprek Dok AgewoAyam Geprek

KOMPAS.com - Potensi bisnis ayam geprek kian menghangat. Tren kuliner ayam geprek di berbagai kota juga terus menggeliat. Pelaku usaha ayam geprek pun masih terus bermunculan dan rupanya masih mendatangkan cuan.

Begitu pula dengan tawaran kemitraan Ayam Gepruk Wonogiri (Agewo) asal Pulogebang, Jakarta Timur. Bisnis ayam geprek besutan Denny Setiawan ini berdiri sejak awal 2017 dan menawarkan kemitraan sejak akhir 2017 lalu.

"Saat ini gerai kami sudah ada 4, tersebar di sekitar Jakarta," ujarnya.

Paket investasi yang ditawarkan yakni paket senilai Rp 25 juta. Dengan paket tersebut, mitra bakal mendapat fasilitas 1 unit booth kayu, 1 set kompor dan regulator LPG, peralatan usaha lengkap, kemasan, banner promosi, spanduk, pelatihan karyawan,  free aplikasi Go- Food dan GrabFood dan bahan baku.

Baca juga: Mengintip Peluang Usaha Bisnis Hotel Kapsul

"Untuk pembuatan sambal gepruknya, diajarkan cara pembuatannya langsung di lokasi. Ada juga resep dan SOP kami untuk mitra. Khusus mitra di wilayah Wonogiri dan sekitarnya, bakal ada trainer datang untuk praktik langsung, diajari sampai mahir," papar Denny.

Ayam Gepruk Wonogiri menjual beragam menu, seperti ayam gepruk original, paket ayam gepruk komplit, Indomie ayam gepruk, paket hemat, dan sate ampela ati. Harga menu paketnya mulai  Rp 15.000-Rp 20.000 atau tergantung lokasi.

Denny bilang, keistimewaan Ayam Gepruk Wonogiri ada pada cita rasa sambal koreknya.

Ia menyebutkan, dalam sehari, rata-rata gerai Ayam Gepruk Wonogiri bisa menjual 50-70 porsi ayam gepruk. Rata-rata omzet tiap bulan sekitar Rp 22 juta-Rp 30 juta.

Dia bilang, mitra bisa mengantongi laba bersih sekitar 30 persen-40 persen. Perkiraan balik modal sekitar 3-6 bulan.

"Biasanya gerai Agewo juga menerima pesanan nasi box, itu yang biasanya nambah penjualan. Lalu, setiap gerai Agewo yang buka otomatis juga terhubung dengam Grab Food dan Go-Food. Penjualan dari ojek online itu juga lumayan banyak," tuturnya.

Pihak pusat tidak mengenakan biaya royalti bulanan maupun biaya lainnya. Mitra juga tidak wajib membeli bahan baku dari pusat, hanya bahan baku seperti bumbu yang bisa dibeli dari pusat.

"Tidak ada biaya perpanjangan tahunan dan setiap ada menu baru diberikan secara gratis resepnya. Mitra di perbolehkan menambah menu sendiri di luar kesepakatan," pungkas Denny. (Elisabeth Adventa)

Berita ini sudah tayang di Kontan.co.id dengan judul Menakar peluang ayam geprek khas Wonogiri


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X