Ketika Sri Mulyani Mengenang Pengalaman Jadi Menkeu untuk Pertama Kali...

Kompas.com - 05/11/2018, 06:36 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menghadiri rapat penetapan asumsi makro untuk RAPBN 2019 bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (13/9/2018).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menghadiri rapat penetapan asumsi makro untuk RAPBN 2019 bersama Komisi XI DPR RI, Kamis (13/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengenang masa-masa kala dirinya pertama kali menjadi Menteri Keuangan saat mengunjungi resepsi dengan pejabat Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Australia di Canberra, Minggu (4/11/2018).

Melalui akun instagramnya Sri Mulyani bercerita bagaimana dirinya mengajak beberapa pejabat Kementerian Keuangan ke Australia mengenai pengelolaan keuangan negara yang baik dan transparan.

"Untuk dapat melaksanakan UU Keuangan Negara yang saat itu baru selesai diundangkan, saya mengajak beberapa pejabat Kementerian Keuangan ke Australia untuk belajar bagaimana mengelola keuangan negara dengan baik dan transparan," ujar dia  dalam unggahanya di Instagram.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, kala mengunjungi Australia saat itu, dirinya mempelajari tata kelola keuangan negara dari sisi proses bisnis an organisasi agar dapat sesuai dengan standar yang berlaku di dunia.

Baca juga: Cara Sri Mulyani Yakinkan Fraksi yang Belum Sepakat dengan RAPBN 2019

Selain itu, mantan Direktur Pelaksanan Bank Dunia ini juga mengatakan pentingnya belajar dari negara yang sudah lebih maju dan berpengalaman.

"Saya tidak malu untuk belajar dari negara lain yang sudah maju. Kita bisa belajar banyak dari negara lain yang sudah berpengalaman. Saat itu saya banyak bertanya pada Menteri Keuangan Australia Peter Costello," lanjut dia.

Hal lain yang juga dia sampaikan adalah mengenai pentingnya menjaga hubungan baik berlandaskan kepercayaan dengan negara tetangga. Sebab, menjaga hubungan dengan negara dapat memberikan keuntungan bagi kedua negara.

"Kita tidak bisa memilih negara mana yang menjadi tetangga kita, tapi kita bisa memilih untuk saling meningkatkan hubungan dengan baik sehingga memberikan keuntungan bagi kedua negara," ucap dia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Kita bersyukur berada di kawasan geografi yang aman dan damai. Oleh karena itu, Indonesia harus terus menjaga hubungannya dengan negara tetangga berdasarkan trust agar hubungan baik dengan negara tetangga kita menjadi abadi. Hal ini saya sampaikan saat memberikan sambutan dalam acara resepsi dengan pejabat Kedubes di KBRI Australia, Canberra. Kunjungan ini juga mengingatkan ketika saya menjadi Menteri Keuangan yang pertama kali. Untuk dapat melaksanakan UU Keuangan Negara yang saat itu baru selesai diundangkan, saya mengajak beberapa pejabat Kementerian Keuangan ke Australia untuk belajar bagaimana mengelola keuangan negara dengan baik dan transparan. Kami belajar dari sisi proses bisnis, organisasi dan tatakelolanya agar dapat sesuai dengan standar yang berlaku di dunia. Saya tidak malu untuk belajar dari negara lain yang sudah maju. Kita bisa belajar banyak dari negara lain yang sudah berpengalaman. Saat itu saya banyak bertanya pada Menteri Keuangan Australia Peter Costello. Kita tidak bisa memilih negara mana yang menjadi tetangga kita, tapi kita bisa memilih untuk saling meningkatkan hubungan dengan baik sehingga memberikan keuntungan bagi kedua negara. Canberra , 4 November 2018

A post shared by Sri Mulyani Indrawati (@smindrawati) on Nov 4, 2018 at 1:23am PST





Close Ads X