PLN Dapat Pinjaman Rp 24,3 Triliun untuk Proyek 35.000 MW

Kompas.com - 05/11/2018, 08:39 WIB
Ilustrasi dollar AS Thinkstock.comIlustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - PT PLN (Persero) menandatangani perjanjian Fasilitas Pinjaman Sindikasi (Syndicated Loan Facilities) senilai 1,62 miliar dollar AS atau sekitar Rp 24,3 triliun (kurs Rp 15.000 per dollar AS) dengan 20 Bank Internasional pada 25 Oktober 2018.

Pinjaman tersebut untuk pembiayaan proyek elektrifikasi 35.000 megawatt dan juga mendanai investasi PLN.

Fasilitas pinjaman ini terdiri dari fasilitas pinjaman berjangka (Term Loan Facility) senilai 1,32 miliar dollar AS dengan tenor 5 tahun dan Revolving Credit Facility senilai 300 juta dollar AS dengan tenor 3 tahun.

Direktur Keuangan PLN, Sarwono Sudarto menyatakan, total fasilitas pinjaman ini meningkat dari jumlah komitmen awal pihak bank sebesar 1,5 miliar dollar AS.

"Ini sebagai bukti bahwa Perusahaan memiliki diversifikasi sumber-sumber pendanaan yang beragam. Proses sindikasi pinjaman ini sangat direspon dengan baik oleh pasar keuangan dengan harga yang sangat kompetitif di tengah situasi pasar sedang volatile seperti saat ini," ujar Sarwono dalam keterangan tertulis, Senin (5/11/2018).

Baca juga: Rugi Rp 18 Triliun, PLN Disebut Menteri Rini Sehat secara Cash Flow

Proses sindikasi untuk transaksi ini diluncurkan pada tanggal 3 Juli 2018, ditandai dengan presentasi ke beberapa bank di Singapura dan Tokyo. Pada 8 Juni 2018, PLN menunjuk beberapa Bank Internasional  yang terdiri dari Australia And New Zealand Banking Group Limited, Bank of China Limited (“BOC”), Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd, Mizuho Bank, Ltd., Oversea-Chinese Banking Corporation Limited, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Singapore Branch / PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia , dan United Overseas Bank Limited sebagai Mandated Lead Arranger & Bookrunners.

"Tim PLN dan MLABs, dikoordinasi oleh SMBC, bekerja keras untuk memastikan pelaksanaan transaksi ini sehingga berjalan tanpa hambatan dan kami sangat senang dengan dukungan yang diberikan oleh semua bank yang berpartisipasi," kata Sarwono.

"Kami percaya ini adalah bukti kuat bahwa profil kredit  PLN dan Indonesia yang sangat baik," lanjut dia.

PLN telah memiliki credit rating internasional yaitu Baa2, BBB (Fitch Ratings), dan BBB-(Standard & Poor's) dimana credit rating tersebut yang sama dengan credit rating Pemerintah Indonesia. Rating PLN yang sudah investment grade tersebut memberikan bukti bahwa PLN semakin dipercaya oleh pasar keuangan dalam mengelola kewajiban-kewajibannya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X