Jack Ma: Perang Dagang Hal Paling Bodoh di Dunia - Kompas.com

Jack Ma: Perang Dagang Hal Paling Bodoh di Dunia

Kompas.com - 06/11/2018, 07:33 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan pendiri raksasa e-commerce Alibaba Jack Ma di Sochi pada 19 Oktober 2017.AFP/POOL/Alexander Zemlianichenko Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri) berjabat tangan dengan pendiri raksasa e-commerce Alibaba Jack Ma di Sochi pada 19 Oktober 2017.

SHANGHAI, KOMPAS.com — Pemilik Alibaba, Jack Ma, menyebut persaingan dagang merupakan hal yang tak masuk akal dan membuat konflik AS dan China makin memanas.

Pria terkaya di China itu menganggap tak ada gunanya menargetkan barang-barang karena Asia nantinya akan menjadi pembeli terbesar produk asing, termasuk di sektor jasa.

" Perang dagang merupakan hal terbodoh di dunia," ujar Ma dalam sebuah forum di Shanghai sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Selasa (6/11/2018).

Pernyataan tersebut keluar menjelang Alibaba mempersiapkan acara belanja tahunan terbesar, yakni Singles Day, pada 11 November 2018 mendatang, yang banyak melibatkan komponen perdagangan luar negeri.

Baca juga: Jack Ma Muda Ternyata Pernah Membenci Bill Gates, Ini Alasannya

Sementara Alibaba mendapatkan sebagian besar pendapatannya dari perdagangan domestik, Ma dan kawan-kawannya telah memperjuangkan China sebagai tujuan untuk produk buatan luar negeri seperti Amerika atau sebaliknya.

Alibaba memiliki beberapa perusahaan yang memfasilitasi penjualan produk-produk global untuk pasar dalam negeri China. Tmall Global milik Alibaba, misalnya, menjual produk-produk dari merek ternama dari Amerika Serikat seperti Nike dan  Urban Outfitters. 

"Ini tantangan terbesar untuk China, tapi juga kesempatan terbesar bagi dunia," kata Ma.

Ma yang berencana pensiun tahun depan juga meyatakan, komunitas bisnis global menentang perang dagang tersebut.

Dalam forum yang sama, Roche Holding AG Chairman, Christoph Franz, sepakat dengan pernyataan Ma.

"Kekayaan Swiss sepenuhnya dibangun dengan membuka perbatasan dan perdagangan, dan itu yang bisa bermanfaat seperti mercusuar bagi negara lain," kata Franz.

Oktober lalu, Ma menyampaikan kepada Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) bahwa lembaga yang bermarkas di Geneva ini terancam oleh upaya Trump untuk menyusun kembali sistem perdagangan internasional dengan cara yang menurutnya akan lebih seimbang terhadap AS.

Trump tahun ini menargetkan hal itu kepada baik kepada negara tidak bersahabat maupun sekutunya.  Mulai penerapan tarif impor untuk semua produk China, mengusulkan pungutan pada pembuat mobil Eropa, hingga mengancam akan meninggalkan WTO.

Ma sendiri menjadi penentang utama pengenaan tarif impor oleh China-AS yang mencapai nilai miliaran dollar itu.

 



Close Ads X