Solusi Sampah Menumpuk: Jadikan Listrik!

Kompas.com - 07/11/2018, 17:45 WIB
Beragam sampah elektronik dari peranti harian personal dan rumahan. THINKSTOCKS/PETOVARGABeragam sampah elektronik dari peranti harian personal dan rumahan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Asosiasi Produsen Listrik Swasta (APLSI) Arthur Simatupang mendorong agar pemerintah lebih peduli dengan permasalahan sampah.

Dia menganggap selama ini belum ada solusi konkrit dari pemerintah untuk mengatasi timbunan sampah yang tersebar di beberapa titik, terutama kota-kota besar. Salah satu caranya bisa dengan mengkonversi sampah menjadi pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa).

"Masalah sampah ini memang membahayakan lingkungan. Namun sampah sebenarnya bisa untuk membangkitkan listrik. Maka harus cari teknologi yang lebih banyak untuk mengonversi sampah menjadi listrik," ujar Arthur di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Arthur mengatakan, tempat pembuangan sampah rata-rata berada di kota besar. Di Jakarta saja, produksi sampahnya mencapai 9.000 ton per hari. Terbesar di Jakarta Timur sebesar 2.240 ton per hari. Namun, pengelolaannya terbilang baik, sekitar 97,1 persen.

Baca juga: Konsumsi Listrik Indonesia Tertinggal di Antara Negara Berkembang

Kota terbesar kedua yang memproduksi sampah yakni Medan sebesar 2.000 ton per hari. Pengelolaannya juga baik, sekitar 92 persen. Namun, masih ada daerah penghasil sampah terbesar yang pengelolaannya masih di bawah 80 persen seperti Makassar.

Oleh karena itu, kata Arthur, konversi sampah menjadi energi ini bisa menjadi sumber energi baru khususnya di perkotaan.

"Kota kan populasinya besar, jadi sampahnya juga banyak yang harus ditangani. Ini bisa menjadi keruwetan yang semakin besar kalau dibiarkan," kata Arthur.

Menurut Arthur, pemerintah harus fokus ke masalah sampah dan juga upaya konversi ke energi listrik karena bisa menjadi solusi mendongkrak konsumsi kelistrikan per kapita.

Di Indonesia sebenarnya ada perusahaan produsen listrik yang telah mengelola PLTSa. Dua di antaranya yakni PT Sumber Organik yang mengelola PLTSa Benowo di Surabaya dengan kapasitas 1,62 megawatt dan PT Sarana Pembangunan Palembang Jaya di Palembang yang mengelola PLTSA dari Tempat Pembungan Akhir (TPA) Sukawinatan dengan kapasitas sekitar 0,5 megawatt.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X