Maskapai Bertarif Murah Bukan Berarti Seenaknya - Kompas.com

Maskapai Bertarif Murah Bukan Berarti Seenaknya

Kompas.com - 07/11/2018, 21:27 WIB
Ilustrasi pesawat terbang.KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Ilustrasi pesawat terbang.

JAKARTA, KOMPAS.com - Maskapai penerbangan bertarif murah atau low cost carrier (LCC) selalu diidentikkan dengan pelayanan yang minimal. Namun urusan keselamatan, standar yang diberlakukan sama dengan maskapai full service.

Pengamat penerbangan Gerry Soejatman mengatakan, selain aspek harga dan pelayanan, regulasi untuk maskapai LCC maupun full service tidak ada perbedaan.

"Jadi murah itu bukan berarti mereka seenaknya," ujarnya dalam acara diskusi di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Menurut Gerry, selama ini maskapai LCC berupaya untuk memangkas sejumlah hal untuk tetap untung. Namun pemangkasan itu tak akan menyasar biaya perawatan pesawat.

Baca juga: Hasil Audit Khusus Lion Air Tak Bisa Dipublikasi

Gerry mengatakan, dalam sejarahnya, maskapai LCC yang coba-coba memangkas biaya perawatan pesawat maka akan tumbang.

Sebab apabila ada problem di pesawat, maka pesawat tak akan bisa beroperasi. Hal itu akan merugikan maskapai LCC yang mengejar volume penumpang untuk mencari keuntungan.

Maskapai LCC juga diidentikkan gemar delay. Namun sebenarnya kata dia, delay justru membuat maskapai LCC merugi.

Sebab delay membuat waktu operasional pesawat terganggu. Padahal waktu operasional bagi maskapai LCC sangat penting.

"Maskapai yang bukan LCC mungkin terbang 8 jam sedangkan LCC bisa 12 jam sehari. Kalau mereka mau delay dibiarkan bandara bisa tutup, kalau tutup mereka harus ganti rugi penumpang, ongkkos lagi, rugilah mereka," kata dia.

"Dari ekonomi, mereka juga harus melayani janji mereka. Kalau maskapai gagal memenuhi itu, itu bukan karena mereka LCC, semua maskapai bisa gagal. Mau yang full atau LCC," kata dia.



Close Ads X