Harga Naik Meski Stok Beras Melimpah, Mentan Sebut Ada Anomali

Kompas.com - 08/11/2018, 09:51 WIB
Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Direktur Utama (Dirut) Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga komoditas pangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dan Direktur Utama (Dirut) Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso melakukan inspeksi mendadak (sidak) harga komoditas pangan di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (14/9/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menganggap ada anomali yang terjadi dengan kondisi pangan, khususnya beras. Ia memastikan stok beras melimpah, bahkan dua kali dari standar kebutuhan.

Namun, masih ditemukan di pasar ada harga beras yang dijual di atas harga eceran tertinggi.

"Ada anomali hari ini. Kita yakin. Karena supply cukup, bahkan berlebih, stok Bulog cukup, bahkan kita satu bulan lagi mau panen, tapi harga naik. Ini ada anomali," ujar Amran di Pasar Induk Cipinang, Jakarta (8/11/2018).

Amran mengatakan, dengan stok yang banyak, semestinya harga beras turun tak melebihi harga eceran tertinggi (HET). Kementan menyerahkan fenomena tersebut ke Satuan Tugas Pangan untuk melihat penyebab harga beras naik di tengah melimpahnya persediaan.

Amran mengatakan, ada indikasi tengkulak nakal yang mengubah beras medium menjadi beras premium.

"Ada sampel kami ambil, dibawa ke laboratorium. Dikatakan premium tetapi sesungguhnya medium," kata Amran.

Ketua Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto mengamini adanya anomali tersebut. Termasuk temuan adanya pedagang yang mengubah kualifikasi beras medium menjadi premium, padahan tingkat beras pecahnya lebih besar ketimbang standar kualitas premium.

Setyo memastikan timnya akan mengecek langsung ke pasar dan mengambil sampel untuk uji laboratorium. Jika ditemukan pelanggaran, pelakunya dipastikan akan mendapat konsekuensi hukum sebab telah menipu masyarakat.

"Dengan adanya anomali stok banyak harga naik ini kita akan dalami melalui produksi distribusi bahkan kerja sama dengan seluruh satgas," kata Amran.

"Kebetulan kemarin kita udah video call dengan satgas daerah, kita berikan instruksi bersama-sama menyelidikinya, khususnya beras," lanjut dia.

Secara umum, Setyo memastikan stok pangan cukup jelang Natal dan Tahun Baru, khususnya beras.

"Yang merayakan Natal dan Tahun Baru tetap tenang karena kita jamin stok cukup," pungkas Setyo.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X