Lulusan SMK Penyumbang Penggangguran Tertinggi, Ini Kata Menaker

Kompas.com - 08/11/2018, 18:29 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri saat memberikan arahan dalam acara ?Konsolidasi Penguatan Peran dan Fungsi Penanggung Jawab Desa dan Koordinator Dinas Program Desmigratif? 2018, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan RI Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri saat memberikan arahan dalam acara ?Konsolidasi Penguatan Peran dan Fungsi Penanggung Jawab Desa dan Koordinator Dinas Program Desmigratif? 2018, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Justru kata Hanif, persoalan ada pada kuantitas. SDM yang memiliki kualitas jempolan masih terbatas. Selain itu persebaranya juga hanya terpusat dibeberapa kota

"Kalau ini ketiga ini tidak sama maka akan terjadi ketimpangan dan problem investasi. Misal investor masuk ke Sukabumi membutuhkan 100 orang yang memiliki standar internsional. Apa akan ketemu? Saya jamin ketemu tetapi mungkin 1, 2 atau 3 orang saja," ucapnya.

Sebelumnya, BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (PTP) mengalami penurunan. Pada Agustus 2018, data pengangguran tercatat 5,34 persen atau 7 juta orang.

Bila dibandingkan Agustus 2017 lalu yang mencapai 7,04 juta pengangguran, maka data pengangguran terbuka Agustus 2018 mengalami penurunan 40.000 orang.

Jumlah angkatan kerja sendiri mencapai 131,01 juta orang, naik 2,95 juta orang dibandingkan Agustus 2017. Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 124,01 juta orang, naik 2,99 juta orang dibandingkan Agustus 2017.

Sektor informal masih menjadi primadona. Pada Agustus 2018, 56,84 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal. Persentase ini turun 0,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X