Lulusan SMK Penyumbang Penggangguran Tertinggi, Ini Kata Menaker

Kompas.com - 08/11/2018, 18:29 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri saat memberikan arahan dalam acara ?Konsolidasi Penguatan Peran dan Fungsi Penanggung Jawab Desa dan Koordinator Dinas Program Desmigratif? 2018, di Jakarta, Rabu (31/10/2018). Dok. Humas Kementerian Ketenagakerjaan RIMenteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri saat memberikan arahan dalam acara ?Konsolidasi Penguatan Peran dan Fungsi Penanggung Jawab Desa dan Koordinator Dinas Program Desmigratif? 2018, di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, lulusan sekolah menengah kejuruan ( SMK) menjadi penyumbang tertinggi tingkat pengangguran terbuka di Indonesia. Angkanya mencapai 11,24 persen per Agustus 2018.

Meski begitu, Menteri Tenaga Kerja ( Menaker) Hanif Dhakiri menyebut adanya kecenderungan penurunan kontribusi lulusan SMK kepada tingkat pengangguran.

"Saya kasih data, 2015 12,65 persen, pada 2016 turun jadi 11,11 persen, 2017 naik 11,41 persen sekarang 2018 jadi 11,24 persen," ujarnya dalam acara diskusi di Kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

"Jadi 2017 ke 2018 itu angkanya turun walaupun secara persentase dia lebih tinggi dibanding pendidikan yang lain," sambung dia.

Baca juga: BPS: Jumlah Pengangguran Berkurang 40.000 Orang

Hanif mengakui secara umum, masih banyak persoalan yang dihadapi oleh setiap lulusan jenjang pendidikan, termasuk lulusan SMK untuk masuk ke dunia kerja.

Dia bahkan menyebut profil ketenagakerajaan di Indonesia secara keseluruhan masih sangat menantang.

Sebab kata dia, dari 131 juta angkatan kerja pada 2018, sekitar 58 persennya merupakan lulusan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Selain itu rata-rata masyarakat Indonesia mengecap pendidikan nasional hanya 8,8 tahun saja.

"Masih ada pekerjaan kita untuk meningkatkan partisipasi pendidikan formal," kata dia.

Untuk membongkar persoalan ini, Hanif menilai setidaknya perlu ada dua upaya yang harus dilakukan. Pertama, memperbaiki partisipasi pendidikan formal.

Kedua, memperbaiki akses dan mutu vokasional training. Hal ini dinilai penting karena karena ada tiga hal yang diperlukan untuk memperbaiki profil ketenagakerjaan tadi.

Ketiga hal itu yakni kualitas, kuantitas dan persebaran yang merata.

Dari sisi kualitas, Hanif menilai lulusan SMK maupun SDM Indonesia pada umumnya memiliki hal itu. Buktinya kata dia, para pelajar Indonesia kerap berjaya di berbagai ajang olimpiade pendidikan.

Justru kata Hanif, persoalan ada pada kuantitas. SDM yang memiliki kualitas jempolan masih terbatas. Selain itu persebaranya juga hanya terpusat dibeberapa kota

"Kalau ini ketiga ini tidak sama maka akan terjadi ketimpangan dan problem investasi. Misal investor masuk ke Sukabumi membutuhkan 100 orang yang memiliki standar internsional. Apa akan ketemu? Saya jamin ketemu tetapi mungkin 1, 2 atau 3 orang saja," ucapnya.

Sebelumnya, BPS mencatat tingkat pengangguran terbuka (PTP) mengalami penurunan. Pada Agustus 2018, data pengangguran tercatat 5,34 persen atau 7 juta orang.

Bila dibandingkan Agustus 2017 lalu yang mencapai 7,04 juta pengangguran, maka data pengangguran terbuka Agustus 2018 mengalami penurunan 40.000 orang.

Jumlah angkatan kerja sendiri mencapai 131,01 juta orang, naik 2,95 juta orang dibandingkan Agustus 2017. Sementara penduduk yang bekerja sebanyak 124,01 juta orang, naik 2,99 juta orang dibandingkan Agustus 2017.

Sektor informal masih menjadi primadona. Pada Agustus 2018, 56,84 persen penduduk bekerja pada kegiatan informal. Persentase ini turun 0,19 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri Edhy: Saya Tidak Peduli akan Di-bully Seperti Apa...

Menteri Edhy: Saya Tidak Peduli akan Di-bully Seperti Apa...

Whats New
Pizza Hut di AS Dinyatakan Pailit,  Bagaimana di Indonesia ?

Pizza Hut di AS Dinyatakan Pailit, Bagaimana di Indonesia ?

Whats New
Menpan RB Curhat soal Sulitnya Pangkas PNS yang Tak Produktif

Menpan RB Curhat soal Sulitnya Pangkas PNS yang Tak Produktif

Whats New
Ada Politisi Gerindra di Balik Eksportir Benur, Menteri Edhy: Tidak Masalah, Saya Siap Dikritik

Ada Politisi Gerindra di Balik Eksportir Benur, Menteri Edhy: Tidak Masalah, Saya Siap Dikritik

Whats New
Pasarkan Produk Eucalyptus, Kementan Jajaki Kerja Sama dengan Jepang dan Rusia

Pasarkan Produk Eucalyptus, Kementan Jajaki Kerja Sama dengan Jepang dan Rusia

Whats New
Percepat Realisasi Anggaran Pemerintah di Semester II akan Dorong Ekonomi RI

Percepat Realisasi Anggaran Pemerintah di Semester II akan Dorong Ekonomi RI

Whats New
Kata Edhy Prabowo, Ini Sederet Manfaat Legalkan Alat Tangkap Cantrang

Kata Edhy Prabowo, Ini Sederet Manfaat Legalkan Alat Tangkap Cantrang

Whats New
Kadin Ramal Ekonomi Kuartal II Terkontraksi 6 Persen, Ini Penyebabnya

Kadin Ramal Ekonomi Kuartal II Terkontraksi 6 Persen, Ini Penyebabnya

Whats New
Tokopedia Laporkan Oknum yang Jual 91 Juta Data Pelanggannya ke Polisi

Tokopedia Laporkan Oknum yang Jual 91 Juta Data Pelanggannya ke Polisi

Whats New
 BCA Pertahankan Posisi Pertama untuk Indonesia’s Most Valuable Brand

BCA Pertahankan Posisi Pertama untuk Indonesia’s Most Valuable Brand

Whats New
Penumpang KRL Membeludak, PT KCI Minta Pengusaha Atur Jam Kerja Karyawannya

Penumpang KRL Membeludak, PT KCI Minta Pengusaha Atur Jam Kerja Karyawannya

Whats New
Perusahaan Asal Jepang Ini Bakal Terapkan WFH Secara Permanen

Perusahaan Asal Jepang Ini Bakal Terapkan WFH Secara Permanen

Work Smart
Inhaler dan Roll On Eucalyptus akan Dipasarkan Akhir Juli 2020

Inhaler dan Roll On Eucalyptus akan Dipasarkan Akhir Juli 2020

Whats New
Setelah Garuda dan Lion Air, Giliran Sriwijaya yang Kurangi Karyawan

Setelah Garuda dan Lion Air, Giliran Sriwijaya yang Kurangi Karyawan

Whats New
Social Bella Dapat Suntikan Dana 58 Juta Dollar AS

Social Bella Dapat Suntikan Dana 58 Juta Dollar AS

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X