Restrukturasi Bisnis, Toshiba Bakal PHK Ribuan Karyawannya

Kompas.com - 09/11/2018, 13:11 WIB

HONG KONG, KOMPAS.comToshiba akan memangkas ribuan karyawannya sebagai upaya untuk melakukan restrukturisasi bisnisnya.

Dikutip dari CNN pada Jumat (9/11/2018), perusahaan konglomerasi asal Jepang ini menyatakan bakal mengurangi 7.000 karyawannya atau sekitar 5 persen dari total jumlah tenaga kerjanya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari strategi bisnis baru dalam lima tahun ke depan.

Toshiba juga akan menjual bisnis gas alamnya di Amerika Serikat yang saat ini berada di ambang kerugian. Pun Toshiba akan melikuidasi bisnis tenaga nuklirnya di Inggris.

Saham Toshiba melonjak lebih dari 12 persen di pasar saham Tokyo setelah pengumuman tersebut. Invetsor pun juga mendukung keputusan Toshiba untuk membeli kembali 40 persen saham mereka serta berjanji untuk meningkatkan pembayaran dividen kepada pemegang saham.

Toshiba berharap dapat segera melepaskan bisnis gas alam cairnya di Amerika Serikat selambat-lambatnya pada Maret 2019, tetapi pihaknya tidak memberikan rincian pihak yang akan mengakuisisi bisnis tersebut.

Penjualan lini bisnis gas alam cair ini diperkirakan dapat mengurangi kerugian Toshiba sebesar 93 miliar yen atau setara dengan 818 juta dollar AS.

Adapun untuk lini bisnisnya yang lain, yaitu unit bisnis tenaga nuklir di Inggris, NuGen, hingga saat ini belum ada pihak yang bersedia untuk mengakuisisi.

Toshiba mengatakan, pemutusan hubungan kerja yang akan mereka lakukan bersifat permanen dan tidak akan mengganti staf yang terdampak PHK.

Pascarestrukturasi, Toshiba menyatakan akan lebih fokus pada bisnisnya di bidang energi serta semikonduktor untuk industri otomotif dan infrastruktur. Adapun perusahaan asal Jepang ini dalam beberapa tahun terkahir harus melepas banyak aset utamanya agar tetap bisa menjalankan bisnisnya, termasuk menjual bisnis memori chipnya kepada beberapa investor, termasuk Apple.


Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM Rupiah

Jaga Stabilitas Rupiah, BI Percepat Normalisasi Kebijakan GWM Rupiah

Whats New
IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

IHSG Berakhir di Zona Hijau, Saham BBRI dan BBNI Laris Diborong Asing

Whats New
Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

Awas, Modus Penipuan Tawarkan Upgrade Jadi Nasabah BCA Prioritas

BrandzView
Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Ini Kendala-kendala UKM Saat Belanja Bahan Baku dari Luar Negeri

Whats New
Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Beberapa Upaya Ini Bisa Dorong Penerapan EBT untuk Mencapai Net Zero Emission

Whats New
Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Penunjukan Luhut untuk Bantu Masalah Distribusi Minyak Goreng Dinilai Tak Tepat

Whats New
Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Kini Bank Muamalat Punya Gerai Reksa Dana Syariah Online

Whats New
Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Gerakan Boikot Dunkin' Donuts Berlanjut, Tuntut 35 Karyawan Dipekerjakan Kembali

Whats New
PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

Whats New
5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

5 Faktor Penyebab Target Penjualan Gagal Tercapai

Smartpreneur
Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Inflasi RI Masih Terjaga, BI Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,5 Persen

Whats New
Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Pengguna Livin' by Mandiri Ditargetkan Tembus 16 Juta pada Akhir 2022

Whats New
Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Menuju Equilibrium Pemasaran Tradisional dan Digital Saat Pandemi

Whats New
Tjahjo Sebut 8 Aspek Perkuat Kinerja Kejaksaan, Mulai Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Batas Pensiun

Tjahjo Sebut 8 Aspek Perkuat Kinerja Kejaksaan, Mulai Syarat Usia Jadi Jaksa hingga Batas Pensiun

Whats New
BPK Ungkap Ada 6.011 Masalah di APBN 2021, Nilainya Capai Rp 31,34 Triliun

BPK Ungkap Ada 6.011 Masalah di APBN 2021, Nilainya Capai Rp 31,34 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.