Soal B737 Max 8, Garuda Indonesia Koordinasi Intensif dengan Boeing - Kompas.com

Soal B737 Max 8, Garuda Indonesia Koordinasi Intensif dengan Boeing

Kompas.com - 09/11/2018, 18:57 WIB
Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.AFP PHOTO/GETTY IMAGES/STEPHEN BRASHEAR Ekor dan sayap pesawat generasi terbaru Boeing 737 MAX 8 mendarat di Boeing Field seusai menyelesaikan terbang pertamanya di Seattle Washington, Amerika Serikat, 29 Januari 2016. Pesawat ini merupakan seri terbaru dan populer dengan fitur mesin hemat bahan bakar dan desain sayap yang diperbaharui.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memastikan satu armada B737 Max 8 yang digunakan maskapai pelat merah itu laik dioperasikan. Hal itu menyusul pemeriksaaan khusus yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan ( Kemenhub).

Meski begitu, Direktur Teknik Garuda Indonesia  I Wayan Susena mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Boeing terkait operasional pesawat B737 Max 8.

"Sejalan dengan upaya maksimalisasi aspek safety (keselamatan) pada pengoperasian satu armada B737 Max 8 yang kami operasikan tersebut, Garuda Indonesia juga telah melakukan koordinasi intensif dengan Boeing," ujarnya dalam siaran pers, Jakarta, Jumat (9/11/2018).

Baca juga: Pasca Lion Air JT 610 Jatuh, Kemenhub Periksa 117 Pesawat

Selaku pabrikan pesawat, kata dia, Boeing melakukan update manual mitigasi pengoperasian Boeing 737 Max 8 sesuai dengan Flight Crew Operating Manual Bulletin (FCOM).

Manual mitigasi itu tersebut mengatur panduan yang harus diambil penerbang saat mengalami kondisi tertentu yang terkait dengan kondisi "erroneous input" pada fitur "angle of attact sensor" pesawat.

"Buletin tersebut juga telah kami sampaikan ke seluruh lini maintenance (perawatan) dan operasional Garuda Indonesia dan menjadi panduan untuk menjalankan kegiatan operasional Garuda Indonesia, khususnya untuk armada B737 Max 8 kami," kata Wayan.

Baca juga: Garuda Indonesia Mulai Operasikan Boeing 737-Max8 Terbaru

Sebelumnya, Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) Kementerian Perhubungan melakukan pemeriksaan khusus kepada seluruh pesawat B737 Max 8 pasca jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT 610.

Pemeriksaan khusus meliputi indikasi "repetitive problems", pelaksanaan "troubleshooting", kesesuaian terhadap prosedur dan implementasi pelaksanaan aspek kelaikudaraan dan juga kelengkapan peralatan untuk melakukan "troubleshooting" pada pesawat B 737 Max 8.



Close Ads X