Hingga November, Aliran Modal Asing Melalui SBN Capai Rp 42,6 Triliun - Kompas.com

Hingga November, Aliran Modal Asing Melalui SBN Capai Rp 42,6 Triliun

Kompas.com - 09/11/2018, 21:12 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo saat menghadiri Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatatkan aliran modal asing melalui Surat Berharga Negara (SBN) hingga awal November 2018 ini telah mencapai Rp 42,6 triliun. Sementara, untuk aliran modal asing pada awal November ini saja mencapai Rp 14,4 triliun.

"Selain itu yang juga cukup baik adalah kembali masuknya aliran modal asing ke saham. Bulan ini aliran modal asing ke saham itu Rp 5,5 triliun," ujar Perry ketika memberikan keterangan kepada awak media di kawasan Gedung BI, Jumat (9/11/2018).

Adapun jika dihitung secara kumulatif dari Januari hingga bulan ini, aliran modal asing cenderung masih negatif karena sempat terjadi outflow yang cukup besar di pasar saham. Namun, Perry masih optimis, investor asing masih mempercayai kondisi perekonomian Indonesia.

"Year to date masih negatif karena di awal periode ini banyak outflow dari asing kepemilikan saham. Bulan ini aliran modal asing ke SBN yang semakin besar dan juga yang masuk itu juga memberikan konfiden dari investor global terhadap ekonomi Indonesia," jelas Perry.

Baca juga: Sentimen Membaik, Arus Modal Asing Kembali Masuk ke Indonesia

Perry pun menambahkan, BI tidak akan kembali meningkatkan suku bunga acuan hingga bulan Desember nanti, meskipun bank sentral Amerika Serikat Federal Reserve diperkirakan akan kembali meningkatkan suku bunga acuan mereka Fed Fund Rate (FFR). Sebab, menurut Perry, kenaikan suku bunga sebesar 150 basis points (bps) dari awal tahun ini sudah mengantisipasi kemungkinan kenaikan FFR.

"Apa yang sudah kita lakukan dalam menaikkan kebijakan suku bunga 150 bps itu sudah mengantisipasi sejumlah kenaikan FFR termasuk kenaikan FFR 25 bps akhir tahun ini," ujar Perry.



Close Ads X