Bantu Tarik Investor Asing, UOB Gelar Seminar di Guangzhou - Kompas.com

Bantu Tarik Investor Asing, UOB Gelar Seminar di Guangzhou

Kompas.com - 10/11/2018, 08:53 WIB
IlustrasiThinkstockphotos.com Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia merupakan tujuan investasi yang menarik bagi para investor asing, utamanya China. Sebab, Indonesia memiliki demografi penduduk yang relatif muda, besarnya jumlah angkatan kerja dan kelas menengah yang terus meningkat, serta adanya permintaan konsumen yang kuat.

Merespon kondisi tersebut, UOB menggelar seminar di Guangzhou dengan menghadirkan lebih dari 120 investor China. Dalam acara ini, UOB juga menggandeng Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Seminar ini kami selenggarakan dengan berkolaborasi bersama BKPM dengan tujuan untuk memberikan berbagai pandangan dan keahlian yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan asal Tiongkok dalam mengendalikan kesempatan dan kompleksitas berbisnis di Indonesia," ujar Head of Commercial Banking UOB Indonesia Tonny Timor Basry dalam keterangan tertulis, Jumat (9/11/2018).

Dalam seminar itu, para investor memperoleh informasi tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia serta berbagai kesempatan investasi dari tim ahli UOB Indonesia, perwakilan Pemerintah Indonesia, termasuk dan BKPM.

UOB telah mendirikan Foreign Direct Investment (FDI) Advisory Unit pada 2013. Unit tersebut untuk mendukung nasabah dalam menangkap berbagai kesempatan bisnis antar negara.

Mereka juga menawarkan akses layanan bisnis yang mencakup penghubung dengan mitra ekosistem yang terdiri dari institusi pemerintahan yang terkait, asosiasi industri dan kamar dagang, serta juga dengan insitusi profesional lainnya. Pelayanan FDI kami juga bermitra strategis dengan BKPM sejak tahun 2015.

Direktur Fasilitasi Promosi Daerah BKPM Nurul Ichwan menyambut baik antusiasme para investor China yang hadir dalam seminar tersebut.

"Acara ini memberikan kesempatan untuk melakukan promosi investasi ke Indonesia dan memperkenalkan kepada para investor berbagai sektor yang potensial di Indonesia, seperti manufaktur, infrastruktur, pariwisata, dan ekonomi digital," kata Nurul.

Nurul mengatakan, melalui acara itu, BKPM juga menyampaikan bagaimana kondisi iklim bisnis di Indonesia yang bergerak ke arah yang tepat setelah berbagai reformasi yang telah dilakukan Pemerintah.

“Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menyederhanakan dan mempercepat proses bisnis demi meningkatkan investasi asing,” kata Nurul.  

Chief Economist UOB Group Suan Teck Kin mengatakan, investasi asing dari Belt and Road Initiative (BRI) China ke ASEAN meningkat. Seiring dengan berjalannya inisiatif BRI dari China, negara-negara ASEAN akan mendapatkan manfaat berupa meningkatnya investasi asing.

Sebab, ada kedekatan geografis antara China dengan ASEAN serta sejarah hubungan dagang yang telah terjalin sebelumnya. Populasi ASEAN yang besar, lebih dari 640 juta penduduk pada 2017 atau ketiga terbesar di dunia, dengan lebih dari 50 persen adalah penduduk muda di bawah usia 30 tahun memberikan pasar tenaga kerja yang kompetitif dan potensi pertumbuhan pasar konsumen yang besar.

Pasar konsumen muda ASEAN diproyeksikan akan berlipat ganda dari 81 juta pada 2013 menjadi 81 juta pada 2030.

"Peningkatan ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya pasar konsumen Indonesia yang diperkirakan akan menjadi dua kali lipat atau sebesar 74 juta di tahun 2030 dari 34 juta di tahun 2013," kata Suan Teck Kin.

 



Close Ads X