Dana Pensiun yang Diinvestasikan ke Pasar Saham Baru 11,9 Persen - Kompas.com

Dana Pensiun yang Diinvestasikan ke Pasar Saham Baru 11,9 Persen

Kompas.com - 10/11/2018, 18:23 WIB
Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Suheri melihat belum banyak perusahaan dana pensiun (dapen) yang memanfaatkan pasar saham. Ia mencatat alokasi dana dari industri dapen untuk pasar saham baru sekitar 11,9 persen.

Adapun total dana pensiun yang dikelola saat ini mencapai Rp 254 persen. Komposisi paling besar ada di deposito, yakni 26 persen. Selebihnya ditaruh di Surat Berharga Negara sebesar 22 persen dan reksa dana 6 persen.

"Padahal kita tahu dana pensiun ini kan instrumen jangka investasi panjang. Apalagi kalau melihat karyawanya masih muda. Walau kita melihat volatilitas memang selalu begitu," ujar Suheri di Universitas Indonesia, Jakarta, Sabtu (10/11/2018).

Untuk kepentingan jangka panjang, kata Suheri, pasar saham memang lebih cocok profilnya. Sebab, rata-rata orang bekerja selama 20-30 tahun sehingga semakin lama disimpan, maka imbalnya semakin besar. Dengan catatan, harus mencari instrumen pasar saham yang tepat dan mampu dikelola baik.

Baca juga: Sekuritas, Asuransi, dan Dana Pensiun Indonesia Tumbuh Pesat

"Kemudian kalau kita mencari manager investasi, kita juga harus mencari yang baik," kata Suheri.

Suheri mengatakan, sektor yang saat ini cukup bagus dan stabil yakni pertambangan. Meski begitu, kata dia, sebaiknya dalam investasi yang dilihat adalah fundamental, bukannya teknikal sebab untuk kepentingan jangka panjang.

Ia menambahkan, kenaikan volatilitas saat ini memang kesempatan baik bagi investor untuk mendapatkan profit.

"Tapi kalau dana pensiun lebih melihat fundamental perusahaan tersebut. Kita inves di perusahaan yang memang ke depan memberikan pertumbuhan kepada hasil investasi yang bagus," kata Suheri.

Suheri mengatakan, saat ini agak sulit menentukan sektor mana yang paling menguntungkan untuk investasi karena pasar cenderung naik-turun. Namun, jika berinvestasi dengan memandang fundamenal, menurut dia maka tak perlu khawatir karena akan terus tumbuh.

"Saya sih menyarakan kalau dana pensiun itu jangan jangka pendek lah," kata Suheri.



Close Ads X