Ingin Jadi Pahlawan Finansial? Ikuti Cara Menabung yang Efektif Ini

Kompas.com - 10/11/2018, 22:12 WIB
Menabung dapat mendatangkan banyak keuntungan, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun negara.Dok. HaloMoney.co.id Menabung dapat mendatangkan banyak keuntungan, baik bagi diri sendiri, orang lain, maupun negara.

KOMPAS.com -  Ada beragam cara menjadi pahlawan. Tidak melulu harus angkat senjata dan gugur di medan perang. Sekarang, sejatinya siapun bisa menjadi pahlawan, termasuk Anda. Antara lain dengan menjadi pahlawan finansial bagi keluarga dan orang-orang terdekat Anda.

Dengan menjadi pahlawan finansial, Anda dapat memenuhi kebutuhan Anda, keluarga hingga orang-orang di sekitar Anda. Bisa tercapai kok, sepanjang Anda bisa mengelola penghasilan dengan baik. Selain menabung, tentu harus berinvestasi.

Bagi sebagian orang, menabung terasa sulit dilakukan karena jumlah pengeluaran sehari-hari yang lebih besar dari pemasukan. Mengapa bisa terjadi? Ada banyak faktor sebagai penyebabnya: pekerjaan yang tidak memberikan hasil yang setimpal, sulit menahan keinginan untuk belanja, sehingga menjadi boros, atau sulit untuk menabung dan berinvestasi.

Sekarang di hari pahlawan, di bulan November 2018, mungkin saatnya Anda, kita semua, mengingat lagi tujuan finansial dan kembali berusaha menjadi pahlawan finansial bagi orang-orang terdekat Anda.

Baca juga: Kesalahan Finansial yang Sering Terjadi Saat Umur 30

Sekadar mengingatkan lagi, berikut ini lima langkah yang bisa Anda lakukan, mengutip saran situs perbandingan dan pengajuan produk keuangan HaloMoney.co.id.

1. Sisihkan dana tabungan di awal

Cara menabung pertama ialah selalu menyisihkan dana di awal, lebih dahulu dari kebutuhan lainnya. Sisihkan paling tidak sebesar 20 persen dari penghasilan bulananmu. Jika penghasilan totalmu mencapai Rp 10 juta per bulan, berarti dana yang harus Anda pisahkan untuk tabungan dan investasi sebesar Rp 2 juta setiap bulan. Dana itu untuk Anda tabung dan investasikan secara rutin.

Jika dianggap berat, Anda bisa menyesuaikan persentase tersebut. Namun disarankan agar Anda menabung dengan jumlah terkecil sebesar 10 persen dari total penghasilan.

Ketika memisahkan uang sejak awal, Anda akan mendapatkan persepsi bahwa sisa 80 persen dari penghasilanmu adalah penghasilan Anda yang sesungguhnya. Ini akan membuat Anda berusaha untuk bijak memanfaatkan sisa uang tersebut, sehingga tabungan yang Anda miliki juga tidak terganggu.

2. Sisihkan dalam rekening terpisah

Berapapun penghasilanmu, sisihkan tabungan rutinmu ke dalam rekening terpisah. Setelah itu jauhkan akses terhadap buku tabungan atau kartu debit rekening tersebut agar Anda tidak mudah tergoda untuk menggunakan rekening tabungan tersebut.

Jika Anda ingin menabung dulu, misalnya untuk mengumpulkan dana darurat yang besarnya sekitar 12 kali dari belanja bulanan Anda jika sudah memiliki keluarga dan anak (6 kali jika sudah berkeluarga tanpa anak, dan 3 kali jika masih lajang), Anda memanfaatkan fasilitas tabungan auto debit kepada bank tempat Anda membuka rekening tabungan.

Fasilitas ini biasanya dinamakan tabungan berjangka. Bank akan secara otomatis menarik dana tabungan setiap tanggal tertentu hingga mencapai dana tertentu. Dengan begini, Anda tidak perlu repot memikirkan untuk memindahkan uang ke rekening tabungan setiap bulan.


Page:

Close Ads X