Kata Jasa Marga soal Wacana Tol Gratis ala Sandiaga

Kompas.com - 12/11/2018, 07:03 WIB
Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk, Desi Arryani, Rabu (17/10/2018) Kompas.com/ROSIANA HARYANTIDirektur Utama PT Jasa Marga Tbk, Desi Arryani, Rabu (17/10/2018)

SURABAYA, KOMPAS.com — Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani angkat bicara soal kemungkinan bisa tidaknya jalan tol digratiskan layaknya Jembatan Surabaya-Madura ( Suramadu).

Sebelumnya, calon wakil presiden Sandiaga Uno menilai seharusnya tak hanya Suramadu yang digariskan, tetapi juga sejumlah ruas tol lain yang sudah lama dioperasikan.

"(Jembatan) Surabaya-Madura sudah digratiskan, tapi ingat Suramadu itu kan bukan pengusahaan. Suramadu APBN murni. Jadi Suramadu itu dibangun oleh uang APBN Murni," ujar Desi di Surabaya, Minggu (11/11/2018).

Di Jembatan Suramadu, kata Desi, Jasa Marga hanya menjadi operator. Sementara pemilik yang membangun yakni pemerintah melalui APBN yang berasal dari uang rakyat.

Oleh karena itu, saat pemerintah memerintahkan agar tarif digratiskan, menurut Desi, Jasa Marga menjalankan hal itu dan tak perlu lagi menjadi operator.

Sementara itu, ruas tol lain, menurut dia, berbeda dengan Suramadu. Jalan tol lain dikonsesikan dengan pihak lain atau perusahaan lain, tak hanya Jasa Marga semata meskipun dioperasikan oleh Jasa Marga.

Konsesi jalan tol di Indonesia mencapai puluhan tahun.

"Nah ruas tol Jasa Marga yang lain itu semuanya belum ada yang selesai, jadi semuanya kan penguasaan ya jadi belum ada yang selesai. Yang selesai paling cepat itu pada 2044, jadi masih lama konsesinya," kata dia.

Desi menegaskan, keputusan mengratiskan jalan tol bisa saja terjadi namun harus menunggu masa konsesi selesai. Tak bisa suatu perjanjian dibatalkan secara sepihak.

"Ya kan itu kontrak, enggak boleh dibatalkan sepihak ya. Itu perjanjian penguasaan jalan tol," kata dia.

Sebelumnya, Sandiaga Uno berjanji bakal menggratiskan ruas jalan tol yang sudah lama dibangun jika ia dan calon presiden Prabowo Subianto terpilih.

Sandiaga mengatakan, perusahaan jalan tol bisa memperhitungkan pendapatan dari tol yang sudah dibangun puluhan tahun lalu. Jika modal pembangunan sudah kembali, Sandiaga meminta agar tol bisa digratiskan.

"Ada jalan tol lain yang sudah dibangun puluhan tahun di tempat lain yang menurut perhitungan dari beberapa pengamat sudah balik modal tiga kali, itu layak juga digratiskan," kata Sandiaga ditemui usai berkampanye di Kantor Soneta Records, Minggu (28/10/2018).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X