BPTJ: Perkembangan Angkutan Online Suatu Keniscayaan

Kompas.com - 12/11/2018, 12:50 WIB
Kepal BPTJ Bambang Prihartono, saat mematau ganjil-genap di Tol Cibubur, Senin (16/4/2018) Stanly RavelKepal BPTJ Bambang Prihartono, saat mematau ganjil-genap di Tol Cibubur, Senin (16/4/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Perkembangan transportasi online atau daring di Indonesia merupakan sebuah keniscayaan seiring dengan perjalanan zaman. 

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek ( BPTJ) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Bambang Prihartono mengungkapkan, saat ini bisnis transportasi di Tanah Air terus tumbuh dan berkembang. Meski demikian, tak jarang menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.

"Bisnis transportasi tumbuh di kita (Indonesia). Buat saya enggak masalah, yang penting masyarakat punya alternatif," kata Bambang di Jakarta, Senin (12/11/2018).

Menurut Bambang, dengan adanya sejumlah kemajuan itu pemerintah harus siap dan bekerja keras untuk mengimbanginya atau bahkan melampauinya. Sehingga, target untuk pengembangan dan perbaikan transportasi di Indonesia tercapai.

Baca juga: Pemerintah Pertimbangkan Perpres Aturan Angkutan Online yang Baru

"Oleh karena itu, pemerintah harus bekerja keras untuk mengejar target-target yang ada," ujarnya.

Dia mengungkapkan, perkembangan angkutan online adalah sebuah keniscayaan yang harus diterima. Sebab di masa mendatang perkembangan infrastruktur, khususnya transportasi akan ditunjang oleh kemajuan informasi dan teknologi (IT).

"Kalau orang alergi dengan IT, berarti dia akan ketinggalan. Oleh karena itu IT menjadi penting," jelasnya.

Ia mencontohkan, hingga kini kehadiran penyedia jasa transportasi online seperti Go-Jek dan Grab masih menimbulkan pro dan kontra.

Guna mengatasi hal ini, diperlukan koordinasi dan sinergitas oleh semua pihak. Sebab, mitra perusahaan angkutan online bukan hanya Kemenhub, namun terdapat beberapa instansi lainnya.

Baca juga: Kemenhub Jajaki Kemungkinan adanya Seleksi Diver Transportasi Online

"Terkait dengan taksi online, ojek online kita, di sini kalau bicara mitranya banyak sekali, tidak hanya Kemenhub saja. Ada Keminfo, UKM, ada tenaga kerjanya, jadi penyelesaian masalah ini bukan hanya domainnya Kemenhub (tapi) harus sama-sama," imbuhnya.

Selama ini, sambung Bambang, pihaknya sudah melakukan serangkaian upaya untuk memecahkan permasalahan dan mencari solusinya. Salah satunya melalui program pertemuan rutin bersama para driver agar dapat mendengarkan keluhan sekaligus aspirasi mereka.

"Apa sih masalah kalian? Ini-ini, oke saya bicarakan dengan aplikator. Kemarin saya ketemu (manajemen) Go-Jek dan Grab, menyampaikan permasalahan-permasalahan yang ada. Alhamdulillah direspon dengan baik. BPTJ hadir di situ, di tengah-tengah itu selalu mengomunikasikan," tuturnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X