Bank Dunia Bantah Klaim Prabowo soal 99 Persen Ekonomi Warga Pas-pasan

Kompas.com - 12/11/2018, 13:15 WIB
Ikut Bekerja Orangtua - Anak-anak mengikuti orangtuanya memulung sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/1/2017). Kemiskinan membuat sebagian besar anak-anak tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAIkut Bekerja Orangtua - Anak-anak mengikuti orangtuanya memulung sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (4/1/2017). Kemiskinan membuat sebagian besar anak-anak tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

DEPOK, KOMPAS.com — Lead Economist Bank Dunia Vivi Alatas membantah pernyataan calon presiden nomor urut dua Prabowo Subianto soal kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Prabowo sebelumnya menyatakan bahwa 99 persen warga memiliki ekonomi yang pas-pasan. Ia mengacu pada data Bank Dunia.

"Itu bukan perhitungan kami. Saya tidak tahu itu perhitungan siapa," ujar Vivi saat ditemui di Universitas Indonesia, Depok, Senin (12/11/2018).

Vivi menjadi salah satu pembicara dalam forum Indonesia Economic Outlook 2019. Dalam paparannya, Vivi menyebut bahwa masyarakat Indonesia yang masuk golongan miskin sekitar 9 persen.

Hal ini sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat angka kemiskinan terendah sepanjang sejarah, yakni 9,82 persen. Sementara itu, data Bank Dunia menyebutkan bahwa sebanyak 22 persen masyarakat Indonesia berada di kelas menengah.

"Masyarakat sparing middle class yang sudah tidak miskin dan tidak rentan sebanyak 45 persen," kata Vivi.

Baca juga: Kemiskinan Single Digit, Buah Kebijakan Semua Periode Pemerintahan

Pernyataan 99 persen masyarakat Indonesia berada pada ekonomi yang pas-pasan dilontarkan Prabowo saat menghadiri Deklarasi Emak-emak Binangkit relawan Prabowo-Sandi di Bali.

Saat berdialog dengan ratusan emak-emak pendukungnya, Prabowo memaparkan berbagai permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini.

Menurut Prabowo, setelah 73 tahun Indonesia merdeka masih banyak rakyat yang hidup kelaparan serta sulit mendapatkan pekerjaan.

"Kita melihat sekarang adalah keadaan yang saya sebut keadaan paradoks, keadaan yang janggal setelah 73 tahun merdeka yang kaya semakin sedikit dan segelintir orang saja dan ini bukan saya karang, ini adalah data fakta yang diakui oleh bank dunia oleh lembaga lembaga internasional," ujar Prabowo seperti dikutip dari siaran pers, Sabtu (20/10/2018).

"Bahwa yang menikmati kekayaan di Indonesia adalah kurang dari 1 persen bangsa Indonesia dan yang 99 persen mengalami hidup pas-pasan bahkan bisa dikatakan sangat sulit," lanjut dia.

Baca juga: Jokowi: Masa 99 Persen Warga Hidup Pas-pasan? Angka dari Mana?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X