Mana Lebih Oke, Sukuk Tabungan, ORI, atau Deposito?

Kompas.com - 13/11/2018, 06:35 WIB
Ilustrasi investasi www.shutterstock.comIlustrasi investasi

Hanya saja, pemerintah menyediakan fasilitas pencairan awal (early redemption) tanpa dikenakan biaya apapun yaitu pada 28 Oktober-2 November 2019. Namun, pemerintah membatasi pencairan sebesar 50 persen dari nilai investasi.

Hal tersebut berbeda dengan ORI015 yang bertenor 3 tahun namun bisa diperjualbelikan di pasar sekunder kapan saja apabila si investor ingin mencairkan dananya.

Begitu juga deposito bank yang umumnya tersedia tenor mulai 1 bulan sampai 24 bulan. Kebanyakan deposito bank bisa dicairkan sebelum tanggal jatuh tempo dengan konsekuensi bunga berjalan tidak dibayarkan. Beberapa bank juga masih ada yang mengenakan penalti pencairan awal.

3.  Keuntungan kupon

Sukuk Tabungan 002 menawarkan imbal hasil tetap minimal 8,30 persen dengan skema floating with floor. Ini berarti, bila tingkat BI 7 Days Reverse Repo Rate turun di bawah angka itu, investor tetap mendapat imbal hasil mimimal 8,30 persen. Sebaliknya, saat BI 7DRRR naik, investor Sukuk Tabungan 002 berpeluang mengantongi keuntungan lebih tinggi.

Hal itu adalah keunggulan Sukuk Tabungan dibandingkan obligasi ritel yang memberikan imbal hasil tetap sampai jatuh tempo.

Bedanya, obligasi ritel bisa diperdagangkan di pasar sekunder sehingga si investor berpeluang mendapatkan capital gain selain pendapatan dari kupon.

Sebaliknya, sukuk tabungan tidak bisa diperdagangkan sehingga investor hanya mendapat untung dari kupon saja.

Bagaimana dengan deposito bank? Deposito bank saat ini rata-rata di kisaran 6 persen-6,42 persen per tahun tergantung tenor simpanan. Dari perbandingan keuntungan tersebut, jelas deposito bank kalah pamor.

4.  Keamanan investasi

Berinvestasi di Sukuk Tabungan 002 berarti Anda menjadi pemberi pinjaman bagi negara. Pasalnya, sukuk tabungan diterbitkan oleh pemerintah selaku penyelenggara negara. Maka itu, tingkat keamanan berinvestasi di produk sukuk tabungan ataupun obligasi ritel boleh dibilang berisiko kecil dari gagal bayar.

Selain itu, modal investasi yang Anda tanamkan juga terjaga dari risiko fluktuasi pasar. Sehingga saat tanggal jatuh tempo datang, uang modal investasi Anda kembali utuh. Ini berbeda dengan investasi di reksadana atau saham yang memiliki risiko penurunan nilai pokok investasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X