Menhub Akui Masih Punya Banyak "PR" di Sektor Transportasi

Kompas.com - 13/11/2018, 12:14 WIB
Presiden Joko Widodo saat mencoba moda transportasi mass rapid transit (MRT), Selasa (6/11/2018). Ikut mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, dan Dirut MRT Jakarta William P. Sabandar. KOMPAS.com/WISNU NUGROHOPresiden Joko Widodo saat mencoba moda transportasi mass rapid transit (MRT), Selasa (6/11/2018). Ikut mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, dan Dirut MRT Jakarta William P. Sabandar.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengaku masih mempunyai pekerjaan rumah yang belum bisa diselsaikan di intansi yang dipimpinnya. Salah satu permasalahan yang belum diselsaikan, yakni mengenai peraturan transportasi online.

"Masih banyak yang perlu kita perbaiki. Misalnya berkaitan dengan pengaturan transportasi online. Kita relatif belum bisa memberikan secara maksimal," ujar Budi dalam Rapat Kerja Kementerian Perhubungan tahun 2018 di Kementerian Perhubungan, Jakarta Pusat, Selasa (13/11/2018).

Diketahui, Kemenhub saat ini tengah merumuskan peraturan baru untuk taksi online pengganti Permenhub 108 tahun 2017.

Aturan baru itu disiapkan setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan sebagian gugatan dari Daniel Lukas Rorong, Herry Wahyu Nugroho, dan Rahmatullah Riyadi yang meminta Permenhub 108 tahun 2017 itu dicabut.

Selain permasalahan transportasi online, Budi juga mengaku masih mempunyai pekerjaan soal kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan alias over dimension over loading (ODOL). Selanjutnya, Budi juga masih ingin memperbaiki pelayanan di tol laut, serta meningkatkan keselamatan transportasi.

"Kita belum bisa menyelsaikan ODOL. Tapi dengan kesungguhan dalam beberapa waktu ke depan semua masalah bisa diselsaikan," kata Budi.

Untuk menyelsaikan pekerjaan rumah tersebut, Budi meminta jajarannya untuk bekerja secara maksimal.

"Rapat kerja ini tolong dimaknai secara dalam, bukan hanya sekedar hadir. Maknai yang harus dilaksanakan dengan baik," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X