PT DI Siapkan Kontrak Pembelian CN235 dengan Senegal dan Pantai Gading

Kompas.com - 13/11/2018, 16:53 WIB
Pekerja mengerjakan badan pesawat CN235-220 pesanan Nepalese Army di hanggar sub assembly CN235 PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/1). Kementerian Perindustrian memproyeksikan realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp400 triliun pada 2018. Target tersebut akan disumbang dari realisasi investasi sektor agro, industri kimia, tekstil, industri logam, alat transportasi, dan elektronika. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye/18 ANTARA/Raisan Al FarisiPekerja mengerjakan badan pesawat CN235-220 pesanan Nepalese Army di hanggar sub assembly CN235 PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/1). Kementerian Perindustrian memproyeksikan realisasi investasi di sektor manufaktur mencapai Rp400 triliun pada 2018. Target tersebut akan disumbang dari realisasi investasi sektor agro, industri kimia, tekstil, industri logam, alat transportasi, dan elektronika. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/kye/18

JAKARTA, KOMPAS.com - Afrika masih menjadi salah satu pasar yang menggiurkan bagi PT Dirgantara Indonesia. Perusahaan yang berbasis di Bandung, Jawa Barat tersebut dikabarkan kembali menerima pesanan pesawat tipe CN235 dari Senegal dan Pantai Gading.

Menurut Kepala Divisi Sales PT DI Ibnu Bintarto pihak pemesan dalam waktu dekat akan meneken kontrak pembelian dengan PT DI.

"Masing-masing negara, yakni Senegal dan Pantai Gading akan meneken kontrak pembelian satu unit pesawat CN235-220," ujar Ibnu melalui keterangan tertulis yang diterima oleh Kontan.co.id pada Selasa (13/11/2018).

Baca juga: Pesawat CN-235 Pesanan Kedua untuk Senegal Telah Tiba di Dakar

Sebagai informasi, pesawat CN235-220 merupakan varian pengembangan dari CN235-10 yang pertama kali dikembangkan oleh PT DI (dahulu IPTN) dan CASA Spanyol pada tahun 1979.

CN235-220 mampu terbang dengan jarak jangkau sejauh 1.773 km atau melonjak dua kali lipat dibandingkan varian CN235-10. Tak hanya itu bobot total pesawat untuk mengudara (Maximum Take Off Weight/MTOW) terdongkrak menjadi 16 ton.

Sejauh ini PT DI telah meneken kontrak pembelian masing-masing dua unit varian CN235-10 dan CN235-220 kepada Senegal. Satu unit CN235-220 hingga kini masih dalam proses pengerjaan di hanggar PT DI.

Pesawat-pesawat tersebut dikirim ke pihak pembeli dalam waktu sekitar 1,5 tahun setelah proses pengerjaan.

Baca juga: Belgia Beli Satu Lagi Pesawat CN-235 Buatan PT Dirgantara Indonesia

Ketika ditanya soal nilai kontrak yang berhasil diraih, Ibnu enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Ia hanya menyebut pesawat CN235 produksi PT DI dibanderol sekitar 30 juta dollar AS per unitnya.

Banderol tersebut tentunya akan bervariasi mengingat adanya perbedaan varian dan spesifikasi khusus yang diminta oleh pembeli.

Pembelian pesawat CN235 oleh Senegal dan Pantai Gading dilakukan melalui bantuan perusahaan swasta asal Eropa.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X