Menperin Usul Relaksasi Industri Rokok dan Serbuk Karet - Kompas.com

Menperin Usul Relaksasi Industri Rokok dan Serbuk Karet

Kompas.com - 13/11/2018, 17:02 WIB
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) melakukan test drive bersama Warih Andang Tjahjono Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). pada acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Kementerian Perindustrian, Rabu (4/7/2018).Kementerian Perindustrian Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (kiri) melakukan test drive bersama Warih Andang Tjahjono Presdir PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). pada acara Kickoff Electrified Vehicle Comprehensive Study di Kementerian Perindustrian, Rabu (4/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Kemenperin mengusulkan relaksasi untuk industri rokok dan serbuk karet atau crumb rubber. Hal tersebut dia sampaikan sebelum rapat koordinasi membahas perubahan Daftar Negatif Investasi (DNI).

"Kalau dulu ada crumb rubber buat industri, yang karet alam. Yang lain regulasi untuk industri rokok kita buat relaksasi," ujar Airlangga di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Dengan adanya relaksasi regulasi tersebut, industri rokok menengah tidak lagi harus bermitra dengan industri besar.

"Kalau dulu kan harus bermitra dengan yang besar. Sekarang tidak," lanjut dia.

Airlangga mengatakan, crumb rubber dan rokok termasuk dua hal yang akan dilepas dari daftar DNI. Di Kementerian Perindustrian sendiri, tidak banyak yang termasuk di dalamnya.

"Di perindustrian tinggal sedikit yang masuk dalam DNI," kata Airlangga.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi melibatkan sejumlah kementerian membahas Daftar Negatif Investasi. Rapat tersebut dihadiri jajaran Kementerian Perindustrian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, dan Kementerian Kesehatan.



Close Ads X