Gulirkan Kredit Mesra, Ridwan Kamil Gandeng BNI Syariah

Kompas.com - 13/11/2018, 17:20 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui usai membuka Pameran Buku Juara di Landmark, Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (6/11/2018).KOMPAS.com/DENDI RAMDHANI Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui usai membuka Pameran Buku Juara di Landmark, Jalan Braga, Kota Bandung, Selasa (6/11/2018).



BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menggulirkan sejumlah program untuk pembangunan di Jawa Barat. Tiga di antaranya dikerja samakan dengan BNI Syariah.

Ketiga program tersebut yakni kredit Mesra atau Pembiayaan Masjid Sejahtera, One Village One Hafidz, dan program Rumah Sehat.

"Kami mengajak mitra untuk berperan aktif. Ini contoh terbaik," ujar Ridwan Kamil seusai Grand Launching Relokasi BNI Syariah Kantor Wilayah dan Cabang Bandung di Jalan Asia Afrika Bandung, Selasa (13/11/2018).


Pria yang akrab disapa Emil ini mengatakan, untuk kredit Mesra, BNI Syariah akan menjadi salah satu bank yang dilibatkan. Teknisnya sendiri sedang dibahas, namun aturannya sudah ada.

Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengatakan, kerja sama ini merupakan peluang yang sangat besar. Kerja sama tripartit antara perusahaan, pemerintah, dan pesantren ini pun baru pertama kalinya dilakukan BNI Syariah.

"Momen ini kita jadikan momentum untuk membangun ekonomi syariah di Indonesia. Kami tawarkan dan beliau (Ridwan Kamil) menerima untuk tiga program," ungkapnya.

Untuk program One Village One Hafidzh, pihaknya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 720 juta. Dengan perhitungan Rp 3 juta per orang per bulan untuk 2 tahun.

"Setahun bisa sampai 100-200 orang untuk Jawa Barat. Ini dikerja samakan dengan pesantren, salah satunya Daarut Tauhid," ungkapnya.

Untuk kredit Mesra, tahun ini dianggarkan dana Rp 1 miliar untuk 10 masjid. Dengan demikian, masing-masing masjid memperoleh sekitar Rp 100 juta.

Kredit Mesra ini berasal dari dana kebajikan yang bersumber dari zakat, infak, shadaqah, wakaf, dan lainnya. Dana tersebut dikembalikan ke rakyat kecil dalam bentuk kredit untuk mengatasi persoalan, misal akibat rentenir.

"Nanti hasilnya tidak ke bank tapi ke masyarakat dalam bentuk capacity building. Dalam bentuk workshop dan lainnya," ungkapnya.

Untuk program rumah sehat (rumah sakit berbasis wakaf), pihaknya masih mencari lokasi strategis dan sumber pendanaan dari para wakif.




Close Ads X