OJK: Petani dan Nelayan Butuh Proses Klaim Asuransi yang Mudah

Kompas.com - 13/11/2018, 18:21 WIB
Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin memberi penjelasan di acara launching Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil di Jakarta, Selasa (13/11/2018). MURTI ALI LINGGA/KOMPAS.com Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II OJK, Moch Ihsanuddin memberi penjelasan di acara launching Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa keuangan (OJK) menyatakan petani dan nelayan sangat membutuhkan produk asuransi yang proses klaimnya mudah. Selama ini, soal klaim menjadi masalah tersendiri yang dihadapi oleh mereka.

"Tentunya teman-teman dari asuransi harus membuat suatu skema prodak yang mudah dipahami dan mudah dimengerti. Kalau petani dan nelayan itu yang penting gampang diklaim. Itu saja," kata Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) II (OJK), Moch Ihsanuddin  dalam launching Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil di Jakarta, Selasa (13/11/2018).

Ihsanuddin menjelaskan, kemudahaan inilah yang mereka upayakan dan usahakan dalam Asuransi Perikanan Bagi Pembudidaya Ikan Kecil di Indonesia. Sehingga para pembudidaya ikan skala kecil mau bergabung dengan program digarap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut.

"Secara prinsipnya juga membantu program pemerintah. Ada program Strategi Nasional Inklusi yang ditaergetkan di akhir 2019 nanti, targetnya 75 persen," ujar dia.

Dia menyambut baik program asuransi yang ditujukan untuk pembudidaya petani dan nelayan kecil ini, karena dinilai sangat bermanfaat dan membantu. Ia juga berharap cakupan asuransi ini terus berkembang dan ditingkatkan.

"Semoga yang terjamin bukan hanya yang kecil (tapi) semuanya. Bisa kita sinergikan di OJK," tuturnya.

Ihsanuddin yakin jumlah perserta asuransi ini akan terus bertambah dan berkembang. Sebab, kehadiran dan manfaatnya samgat dirasakan masyaratkan pembudidaya. Mereka yang sudah bergabung tentu akan menyampaikan atau menularkan manfaanya kepada yang lain.

"Karena kalau namanya petani, nelayan pembudidayan kecil itu, kalau sudah dapat cerita dari temannya akan gampang sekali untuk bergabung tidak perlu ceramah, FGD, diskusi. Ngomong satu, terus berantai tahu-tahu mbuyar (menyebar)," sebutnya.

Ia menilai, lambat laun pemerintah melalui KKP tidak akan perlu lagi mensubsidi premi dari Anggaran Pembelajaran Belanja Negara (APBN) untuk asuransi ini. Sebab nantinya akan berubah menjadi bisnis ke bisnis.

"Hal seperti ini lama-lama tidak usah lagi subsidi premi dari APBN, namun dengan pengalaman akan menular (berubah). Nah ini juga pangsa pasar baru bagi perusahaan asuransi. Ini market baru," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Sri Mulyani Putuskan Harga Pertalite dan Tarif Listrik Subsidi Tak Naik Tahun Ini

Whats New
Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Tahan Harga Pertalite, Kas Pertamina Bisa Tekor Rp 190 Triliun

Whats New
Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Serap Ide Masyarakat, IWIP Berikan Alat Tangkap Perikanan kepada 20 Nelayan di Halmahera Timur

Rilis
IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

IHSG Diprediksi Menguat Jelang Akhir Pekan, Simak Rekomendasi Sahamnya

Whats New
Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Bitcoin dkk Menguat, Cek Harga Kripto Hari Ini

Whats New
Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Usai Jokowi Resmi Cabut Larangan Ekspor CPO, Organisasi Petani Kelapa Sawit Minta Pembenahan Regulasi di BPDPKS

Whats New
Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Wall Street Berakhir Merah, Investor Masih Lakukan Aksi Jual, Saham–saham Retail Masih Tertekan

Whats New
SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

SPKS Sambut Baik Keputusan Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng

Whats New
Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Syarat dan Biaya Cabut Berkas Motor Tanpa Calo

Spend Smart
Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Keran Ekspor CPO dan Minyak Goreng Dibuka Lagi, GAPKI: Terima Kasih Bapak Presiden

Whats New
E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

E-Toll Bakal Diganti MLFF Buat Bayar Tol, Bagaimana Nasib Uang Elektronik Perbankan?

Whats New
[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

[ POPULER MONEY ] Tarif Listrik Pelanggan 3.000 VA Bakal Naik | Eropa Bingung Bayar Impor Gas dari Rusia

Whats New
Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Subsidi BBM dan Listrik Bengkak, Sri Mulyani Minta Anggaran Ditambah

Whats New
Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Dapat Restu Jokowi, Sri Mulyani Siap Naikkan Tarif Listrik Orang Kaya

Whats New
STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

STA Resources Target Ekspansi Perkebunan Sawit hingga 50.000 Hektar 2025

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.