Kuartal III 2018, Transaksi Uang Elektronik Melonjak 300,4 Persen

Kompas.com - 15/11/2018, 16:55 WIB
Petugas memperlihatkan kartu uang elektronik yang dibagikan secara cuma-cuma di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/17. ANTARAFOTO/Yulius Satria WijayaPetugas memperlihatkan kartu uang elektronik yang dibagikan secara cuma-cuma di gerbang pintu tol Jagorawi Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (16/10/2017). Sebanyak 1,5 juta uang elektronik akan dibagikan gratis mulai 16 Oktober hingga 31 Oktober 2017. Masyarakat cukup membayar saldonya saja. Pembebasan biaya kartu ini bertujuan untuk meningkatkan penetrasi pembayaran nontunai di gerbang tol sampai 100 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/kye/17.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mencatatkan pertumbuhan transaksi menggunakan uang elektronik sebesar 300,4 persen pada kuartal III 2018.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, lonjakan volume transkasi via uang elektronik ini didorong tingginya preferensi masyarakat bertransaksi melalui platform financial technology ( fintech) juga e-commerce.

"Bank Indonesia akan terus memastikan kelancaran dan ketersediaan sistem pembayaran nasional, baik sistem yang dioperasikan oleh Bank Indonesia maupun diselenggarakan oleh industri, sehingga tetap mendukung upaya menjaga stabilitas makroekonomi," ujar Perry ketika memberikan paparan terkait hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di kawasan BI, Kamis (15/11/2018).

Perry menjelaskan, transaksi tunai pun juga menunjukkan kondisi yang baik. Posisi Uang Yang DIedarkan (UYD) tumbuh 10,7 persen secara tahunan (yoy), meningkat 1,2 persen (yoy) di kuartal sebelumnya.

Baca juga: Juli 2018, Bank Mandiri Kuasai 80 Persen Pasar Uang Elektronik

Adapun dari sisi pembayaran nontunai wholesale, rata-rata harian nominal transaksi BI Real Time Gross Settlement (RTGS) menurun sebesar 2,3 persen (yoy) dibandingkan pertumbuhan kuartal sebelumnya sebesar 6,33 persen (yoy).

"Sementara pada sistem pembayaran ritel, rata-rata harian nominal kliring melalui Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) tumbuh 7,3 persen (yoy), meningkat dari pertumbuhan kuartal sebelumnya yang sebesar 3,08 persen (yoy)," ungkap Perry.

Adapun, transaksi masyarakat menggunakan ATM debit, kartu kredit dan uang elektronik tumbuh 12,1 persen (yoy) pada kuartal III 2018. Angka ini meningkat dari 9,6 persen (yoy) pada kuartal sebelumnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X