Kompas.com - 16/11/2018, 09:06 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Sebagai salah satu perusahaan teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia, Apple saat ini tengah menggagas sebuah program untuk membantu para korban perdagangan manusia bisa bekerja di belakang layar gerai-gerai penjualannya.

Dikutip dari BBC, Jumat (16/11/2018), Apple telah bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang akan membantu para korban untuk melalui proses wawancara kerja serta menempatkan mereka di tempat-tempat yang cocok.

Para pekerja tersebut nantinya tidak bekerja langsung di bawah Apple, namun oleh pihak ketiga. Namun, Apple akan memantau proses rekrutmen hingga mereka bekerja di gerainya.

Pengumuman terkait program tersebut dilakukan oleh Apple bertepatan dengan penyerahan penghargaan Stop Slavery Award yang mereka terima dari Thomsosn Reuters Foundation.

Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan bahwa Apple telah berupaya memerangi kerja paksa dalam rantai suplai mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BBC
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.