KILAS EKONOMI

Akhir Tahun, Warga Tarakan Dapat Nikmati Pasokan Gas dari Pemerintah

Kompas.com - 16/11/2018, 15:45 WIB
Dilo Seno Widagdo saat menjelaskan Proyek Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di TarakanDok. PT Perusahaan Gas Negara Tbk Dilo Seno Widagdo saat menjelaskan Proyek Jaringan Gas Rumah Tangga (Jargas) di Tarakan

KOMPAS.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk ( PGN) menyebut proyek 4.695 jaringan gas bumi (jargas) rumah tangga di Tarakan, Kalimantan Utara, akan rampung pada akhir tahun 2018 nanti.

Realisasi proyek tersebut dinilai cukup cepat, karena hanya membutuhkan waktu 141 hari untuk rampung sejak dimulai pengerjaannya pada Agustus lalu.

“Seluruh program pembangunan Jargas di Tarakan menggunakan APBN melalui penugasan Pemerintah kepada PGN,” kata Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar, dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima, Jumat (16/11/2018).

Adapun proyek jaringan gas bumi untuk di Tarakan ini memiliki nilai investasi senilai Rp 48,5 miliar. Hingga akhir Oktober 2018, pembangunan fisik telah mencapai 23,42 persen.

Baca juga: Layanan Gas Terintegrasi PGN Tingkatkan Perekonomian Jawa Timur

Sasar pemukiman sederhana

Nantinya Jargas di Tarakan akan mengalirkan gas bumi ke pemukiman sederhana hingga rusunawa.

“Dengan tambahan infrastruktur ini, PGN bisa membantu warga Tarakan untuk menikmati pasokan energi yang efisien dan aman,” kata Dilo Seno Widagdo, Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN.

Total, sebanyak 6 wilayah di Tarakan akan menikmati fasilitas ini, di antaranya Kampung Enam, Kampung Empat, Mamburungan, Mamburungan Timur, Rusunawa dan Perum Khusus.

"Dana APBN harus digunakan untuk membangun sesuatu yang memang dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya program pembangunan jaringan gas. Prioritas bagi rumah sederhana, rusun sederhana, dan daerah-daerah yang jauh lebih membutuhkan penghematan," lanjut Arcandra Tahar.

Baca juga: PGN Optimalkan Layanan Konsumen di Sumatera Utara

Sesuai informasi yang Kompas.com terima, proyek jaringan gas ini akan terus dilanjutkan agar dapat dirasakan masyarakat lebih luas lagi. Khususnya ibu rumah tangga yang memerlukan energi lebih efisien, mudah, praktis dan mengalir 24 jam penuh tanpa takut kehabisan.

Perlu diketahui, sejak tahun 2009 hingga 2017, pemerintah telah membangun jargas 236.046 sambungan di 31 kabupaten/kota. Pada tahun ini, pemerintah akan membangun jargas sebanyak 89.664 sambungan di 18 kabupaten/kota.

Diperkirakan, hingga akhir tahun 2018 total sambungan jargas mencapai 325.710 sambungan rumah tangga (SR). Adapun pihak yang ditugaskan pemerintah merealisasikan pembangunan jargas tersebut, yakni PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Close Ads X