Kompas.com - 16/11/2018, 16:45 WIB
Pekerja mengepel lantai di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9). Perdagangan IHSG ditutup pada zona hijau atau menguat 61,81 poin atau 1,06 ke level 5.873,60 meski beberapa waktu lalu tertekan di zona merah sebagai imbas dari neraca perdagangan yang defisit sebesar 1,02 miliar Dolar AS pada Agustus 2018. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANPekerja mengepel lantai di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (19/9). Perdagangan IHSG ditutup pada zona hijau atau menguat 61,81 poin atau 1,06 ke level 5.873,60 meski beberapa waktu lalu tertekan di zona merah sebagai imbas dari neraca perdagangan yang defisit sebesar 1,02 miliar Dolar AS pada Agustus 2018.

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengaku optimistis untuk kejar target sebanyak 65 perusahaan yang akan bisa melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) hingga akhir tahun ini.

Hingga Jumat (16/11/2018), sudah ada 51 perusahaan tercatat atau resmi melantai perdana di BEI. PT Pool Advista Financa Tbk (POLA) adalah pendatang baru yang resmi mencatatkan namanya di pasar modal menuju dipenghujung tahun 2018.

"Mudah-mudahan sekitar 64-65 (perusahaan) akhir tahun ini, karena kita juga melakukan konfirmasi ke perusahaannya, bagaimana persiapan mereka dan persiapan (untuk melantai)," ujar Nyoman di Gedung BEI Jakarta, Jumat (16/11/2018).

BEI terus melakukan koordinasi dengan para emiten guna mencegah kegagalan rencana IPO dalam waktu dekat ini. Menurut Nyoman, target sebanyak 65 perusahaan itu cukup realistis untuk dipenuhi hingga akhir tahun 2018.

"Seperti saya sampaikan dari jadwal memang untuk tahun ini (65 perusahaan), kami juga melakukan komunikasi dan konfirmasi dengan mereka untuk mengetahui apakah bahwa do-able ditahun 2018," jelas dia.

Nyoman berharap, sampai akhir tahun 2018 para perusahaan yang berencana IPO dapat terealisasi dengan baik.

"Mudah-mudahan tidak ada yang berubah. Data yang paling akurat nanti (setelah akhir tahun), tapi kita yang ini sudah konfirmasi kepada perusahaannya," tandas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.