Kuartal III 2018, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Lambat 4,2 Persen - Kompas.com

Kuartal III 2018, Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh Lambat 4,2 Persen

Kompas.com - 16/11/2018, 19:35 WIB
Ilustrasi dollar ASThinkstock.com Ilustrasi dollar AS

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia menyebut Utang Luar Negeri ( ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir kuartal III 2018. Pertumbuhannya sebesar 4,2 persen (yoy), melambat dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya yang mencapai 5,7 persen (yoy).

Hingga akhir kuartal III, utang luar negeri Indonesia tercatat 359,8 miliar dolar AS. Jumlah tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral sebesar 179,2 miliar dollar AS, serta utang swasta termasuk BUMN sebesar 180,6 miliar dollar AS. Dalam siaran pers BI disebutkan bahwa perlambatan pertumbuhan ULN tersebut bersumber dari melambatnya pertumbuhan ULN pemerintah, di tengah meningkatnya pertumbuhan ULN swasta.

Diketahui, ULN pemerintah tumbuh 2,2 persen. Pertumbuhannya lambat dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar 6,1 persen. Posisi ULN pemerintah pada akhir kuartal III 2018 tercatat 176,1 miliar dollar AS .

Selain tumbuh melambat, posisi ULN Pemerintah juga lebih rendah dibandingkan dengan posisi di akhir kuartal II 2018 karena turunnya posisi Surat Berharga Negara (SBN) yang dimiliki oleh investor asing.

"Hal ini turut dipengaruhi oleh kondisi pasar SBN dalam negeri yang terimbas tingginya ketidakpastian global," bunyi siaran pers BI yang dipublikasikan pada Jumat (16/11/2018).

Sementara untuk ULN swasta pada kuartal III 2018 mengalami peningkatan. Posisi ULN swasta pada akhir kuartal III 2018 tumbuh 6,7 persen (yoy). Angkanya meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh 5,8 persen (yoy).

ULN swasta terutama dimiliki oleh sektor jasa keuangan dan asuransi, sektor industri pengolahan, sektor pengadaan listrik, gas, uap/air panas (LGA), serta sektor pertambangan dan penggalian. Pangsa ULN di keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,7 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan pangsa pada kuartal sebelumnya.

BI menyatakan, sejauh ini, perkembangan ULN Indonesia tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal III 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen.

Rasio tersebut masih lebih baik dibandingkan dengan rata-rata negara peers. Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,8 persen dari total ULN.

"Bank Indonesia dan Pemerintah terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian," bunyi siaran pers tersebut.



Close Ads X