Holding BUMN Ingin Bangun Mega "Township" seperti BSD City

Kompas.com - 19/11/2018, 09:40 WIB
Ilustrasi rumahKementerian PUPR Ilustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mempercepat pembentukan holding BUMN perumahan dan pengembangan kawasan. Tujuh perusahaan BUMN akan menjadi anggotanya.

Anggota Program Director Holding Perumahan dan Pengembangan Kawasan, Novel Arsyad mengatakan, holding BUMN pun sudah melirik membangun Mega Township layaknya BSD City.

"Belum ada BUMN yang melakukan pembangunan mega township seperti BSD City, kami akan ada di skala itu," ujarnya dalam siaran pers Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (19/12/2018)

"Kami ingin tak hanya buat perumahan, namun juga sebuah kawasan pemukiman yang ditopang dengan segala fasilitas pendukungnya. Lihat BSD, segala fasilitas ada. Nanti kemudian kami juga akan masuk ke kawasan industri," sambung Novel yang juga Direktur Sumber Daya Manusia dan Pengembangan Sistem PT Wijaya Karya (Persero) Tbk itu.

Baca juga: Holding Infrastruktur untuk Bangun Tol Trans Kalimantan hingga Papua

Novel yakin pembangunan Mega Township itu bisa terwujud melalui holding BUMN perumahan dan pengembangan kawasan. Sebab holding akan menciptakan kemandirian keuangan serta peningkatan kapasitas pendanaan BUMN.

Adapun terkait lokasi Mega Township, Novel mengatakan telah melirik sejumlah titik yang berada di Pulau Jawa. Meski tak menyebut lokasinya, namun ia menyebut lokasi akan berdekatan dengan akses jalan tol.

"Lokasinya sudah cukup banyak. Kalau bicara jalan tol yang ada di Jawa kan cukup banyak. Banyak lokasi potensial di sana berkat adanya konektivitas," kata Novel.

Pembentukan holding harus melalui sejumlah tahapan. Mulai dari legalitas hukum berupa Peraturan Pemerintah dan penetapan Keputusan Menteri Keuangan yang ditarget rampung Desember 2018. 

Sementara, tahap akhir yakni proses mengubah nama entitas anggota holding dengan menghilang kata Persero melalui Rapat Umum Pemegang Saham.

Holding BUMN Perumahan dan Pengembangan Kawasan akan beranggota tujuh perusahaan dengan Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) sebagai lead holding.

Adapun anggota hidungnya yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Virama Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Indah Karya (Persero) dan PT Bina Karya (Persero).




Close Ads X