Harga Minyak Mentah Capai Titik Terendah sejak Oktober 2017

Kompas.com - 21/11/2018, 07:00 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga minyak mentah merosot hingga 7 persen pada perdagangan Selasa (20/11/2018) waktu Amerika Serikat, menghentikan kenaikan harga yang sempat terjadi selama empat hari berturut-turut. Aksi jual kembali terjadi dan menjerumuskan harga minyak mentah berjangka ke pasar bearish.

Dikutip dari CNBC, anjloknya penjualan di sektor energi pun diikuti dengan kemunduran tajam di pasar saham. Indeks Dow Jones Industrial Avarage anjlok lebih dari 500 poin setelah sebelumnya membukukan kerugian hampir 400 poin.

Anjloknya harga minyak mentah berjangka dan ekuitas terjadi lantaran aksi jual besar-besaran karena investor memiliki kecenderungan untuk melepaskan aset berisiko.

"Ketakutan berikutnya adalah ketika ekuitas jatuh sebagai cerminan petumbuhan ekonomi yang melambat, itu juga akan menekan pertumbuhan permintaan minyak," ujar Presiden Lipow Oil Associates Andrew Lipow.

Pada perdagangan hari Selasa, harga minyak mentah patokan Amerika Serikat West Texas Intermediate ditutup turun 4,43 dollar AS atau 6,6 persen menjadi 53,43 dollar AS per barrel. Adapun harga kontrak turun hingga 52,77 dollar AS per barrel, terendah sejak Oktober 2018.

Sementara harga minyak mentah patokan internasional Brent turun 4,43 dollar AS atau 6,6 persen menjadi 62,36 dollar AS per barrel setelah sebelumnya sempat anjlok ke 61,71 dollar AS per barrel, terendah sejak Desember 2017.

Harga minyak emntah patokan AS telah turun hingga 31 persen dari harga tertinggi emepat bulan lalu. Sementara brent telah anjlok hampir 29 persen dari level tertingginya.

Pengamat komoditas pun mulai mengkhawatirkan adanya kemungkinan akan terjadi kelebihan pasokan minyak mentah tahun depan. Pasar saat ini mengharapkan OPEC, Rusia, dan beberapa produsen minyak mentah lainnya untuk kemblai memangkas output dalam beberapa minggu mendatang untuk mencegah harga minyak global terkoreksi tajam dalam beberapa minggu mendatang.

Harga minyak mentah berjangkan kembali jatuh setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengatakan Amerika Serikat akan tetap bersama Arab Saudi meski terdapat kasus pembunuhan wartawan sekaligus warga negara AS Jamal Khashoggi oleh agen Arab Saudi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNBC
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.