Kompas.com - 21/11/2018, 18:18 WIB
Demo pengemudi Go-Jek di depan Pasaraya Blok M, Kamis (9/11/2017). Polsek Metro Kebayoran BaruDemo pengemudi Go-Jek di depan Pasaraya Blok M, Kamis (9/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Manajemen Go-Jek Indonesia menyatakan percaya pada pemerintah yang memiliki semangat sama untuk menyelesaikan persoalan para mitra pengemudinya.

Ini menyusul aksi demonstrasi para driver yang tergabung dalam Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) menuntut dan menyampaikan aspirasi kepada menajemen Go-Jek.

"Kami percaya bahwa pemerintah dan Go-Jek memiliki semangat yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan mitra driver," kata Vice President Corporate Affairs GoJek Indonesia, Michael Reza Say dalam keterangan resminya yang diterima Kompas.com, Rabu (21/11/2018).

Michael menuturkan, mengenai persoalan ini pihaknya selalu memberikan kesempatan kepada mitranya untuk menyampaikan kritikan maupun masukan. Sehingga, dapat dicarikan solusi terbaik demi perbaikan ke depannya.

Baca juga: Ancaman Sanksi Menhub untuk Grab dan Go-Jek

"Dapat kami sampaikan bahwa Go-Jek selalu terbuka untuk mendengarkan masukan yang membangun," imbuhnya.

Guna mendengarkan masukan-masukan driver-nya, Go-Jek rutin menggelar pertemuan yang komunikasinya bersifat dua arah. Tujuannya agar dapat berkomunikasi secara langsung untuk melahirkan solusi terbaik bagi keduanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bahkan kami sudah memiliki mekanisme pertemuan dua arah, yakni Kopdar (Kopi Darat) Mitra Go-Jek yang secara rutin mempertemukan kami dengan ribuan komunitas mitra driver," sebutnya.

Lebih jauh Michael menjelaskan, melalui Kopdar ini telah melahirkan banyak inisiatif yang tujuannya untuk terus meningkatkan kesejahteraan para mitra pengemudi. Seperti misalnya program Go-Jek Swadaya dan perbaikkan sistem suspensi yang lebih komprehensif.

Meskipun demikian, ia tidak menyebutkan dan menjelaskan sejauh mana sudah pembahasan tuntutan para driver-nya yang telah disampaikan dalam demonstrasi beberapa waktu lalu.

Baca juga: Menhub Peringatkan Grab dan Go-Jek

Seperti diketahui, aksi tersebut membuat sempat menimbulkan kemacetan sejumlah ruas jalan dan menganggu pengguna jalan.

Buntutnya, Pemerintah Indonesia melalui Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi pun memperingatkan dan meminta Go-Jek untuk segera menuntaskan persoalan ini. Budi menilai aksi yang digelar Aliando telah menimbulkan permasalahan baru.

"Kita ingin understanding (kesepaham) itu ada. Tapi memang tampaknya ada operator yang ingin spekulasi (mengabaikan), melakukan sesuatu tidak dengan kesepakatan," kata Budi Kabupaten Tangerang, Minggu (18/11/2018).

Menhub akan bersikap tegas jika persmasalahan ini tak kunjung diselesaikan oleh operator. Padahal mereka sudah diwanti-wanti dan diingatkan soal ini jauh sebelum persoalan timbul.Kemenhub juga berencana memberi sanksi dan mencabut izin operasi operator.

"Suatu waktu kalau sudah berlebihan akan kita beri sanksi," ungkap Budi.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.