PLN Resmikan PLTU Sintang di Kalimantan Barat

Kompas.com - 22/11/2018, 12:27 WIB
Lokasi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Teluk Sasah kapasitas 9 megawatt (MW). Penambahan ini diharapkan mampu membangkitkan dan memajukan Pulau Bintan. KOMPAS.com/HADI MAULANALokasi pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Teluk Sasah kapasitas 9 megawatt (MW). Penambahan ini diharapkan mampu membangkitkan dan memajukan Pulau Bintan.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap ( PLTU) Sintang di Kelurahan Kedabang, Kecamatan Sintang, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. PLTU memiliki kapasitas sebesar 21 Megawatt (MW).

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PLN Machnizon Masri mengatakan, PLTU Sintang ini merupakan bagian dari proyek pembangunan pembangkit berskala kecil yang dilaksanakan oleh PLN di kawasan Kalimantan.

Sebelumnya, selain di Sintang, di Provinsi Kalbar sendiri telah dilaksanakan pembangunan PLTU skala kecil di Ketapang dan Sanggau dan telah beroperasi penuh.

Pengerjaan konstruksi PLTU bernilai investasi Rp 357 miliar dan dalam masa pekerjaan konstruksi, PLN melibatkan sekitar 500 lebih tenaga kerja lokal di sekitar PLTU. Sementara selama beroperasi ada 114 tenaga kerja lokal yang dipekerjakan.

"Kami berharap keberadaan PLTU akan memperkuat sistem kelistrikan di Kabupaten Sintang dan sekitarnya, meningkatkan rasio elektrifikasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," ujar Machnizon dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/11/2018).

PLTU Sintang yang memiliki tiga unit pembangkitan berkapasitas masing-masing 7 MW ini siap menyalurkan listrik secara komersial untuk masyarakat sejak 4 Oktober 2018.

Saat ini, daya listrik yang dihasilkan PLTU dapat secara langsung didistribusikan ke pelanggan di Kabupaten Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu melalui jaringan 20 kV.

PLTU yang berdiri di lahan seluas 12 hektar ini juga ditargetkan untuk dapat terhubung ke Sistem Kelistrikan Khatulistiwa melalui gardu-gardu induk dan jaringan transmisi 150 kV yang kini tengah dalam proses pembangunan.

Dengan beroperasinya PLTU Sintang ini, daya sebesar 21 MW yang dihasilkannya dapat mengaliri sekitar 16.153 pelanggan dengan asumsi daya tersambung sebesar 1300 VA per pelanggan.

Selain itu, rasio elektrifikasi (RE) Kabupaten Sintang meningkat menjadi 80,73 persen di mana sebelumnya hanya tercatat sebesar 64,76 persen di Oktober. Hal tersebut juga mampu mendongkrak RE Provinsi Kalimantan Barat dari 85,49 persen menjadi 86,88 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X