Berita Populer: Respons Sri Mulyani soal Belajar Pajak ke Zambia hingga Susi Menunggu Ridwan Kamil - Kompas.com

Berita Populer: Respons Sri Mulyani soal Belajar Pajak ke Zambia hingga Susi Menunggu Ridwan Kamil

Kompas.com - 24/11/2018, 06:47 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutannya pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan penghargaan Finance Minister of the Year for East Asia Pacific Awards dari majalah ekonomi Global Markets. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin/wsj/2018.


ANIS EFIZUDIN Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan sambutannya pada sesi Global Market Award Ceremony dalam rangkaian Pertemuan Tahunan IMF - World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/10). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendapatkan penghargaan Finance Minister of the Year for East Asia Pacific Awards dari majalah ekonomi Global Markets. ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Anis Efizudin/wsj/2018.

1. Pemerintah Disarankan Prabowo Belajar Pajak ke Zambia, Ini Respons Sri Mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani merespons kritik calon presiden Prabowo Subianto terkait rendahnya rasio pajak Indonesia. Prabowo bahkan menilai pemerintah perlu belajar dari Zambia karena Zambia disebut punya rasio pajak lebih baik dari Indonesia.

Sri mulyani menyebut bahwa pemerintah memperbaiki hal itu tanpa membuat ekonomi indonesia khawatir.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan, sejak pulang ke Indonesia pada 2016 dan diangkat jadi Menkeu oleh Presiden Jokowi, perbaikan untuk menaikkan rasio pajak terus dilakukan.

Pada 2017, rasio pajak atau kontribusi penerimaan pajak terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional memang masih ada di bawah 11 persen, yakni 10,8 persen.

Baca selengkapnya: Pemerintah Disarankan Prabowo Belajar Pajak ke Zambia, Ini Respons Sri Mulyani

2. Bagaimana Nasib Ratusan Pesawat Boeing Pesanan Lion Air?

PT Lion Mentari Airlines ( Lion Air) telah memesan 218 pesawat pabrikan Boeing yang akan dikirimkan dari Seattle, Amerika Serikat. Adapun hingga tahun ini terhitung sudah 11 pesawat jenis Boeing 737-MAX yang masuk ke Indonesia, termasuk satu pesawat yang jatuh pada 29 Oktober lalu di perairan Tanjung Karawang.

Direktur Eksekutif Lion Air Daniel Putut Kuncoro mengatakan, nasib ratusan pesawat lain saat ini masih dikaji ulang. Pihaknya masih akan memastikan kembali masalah apa yang menyebabkan kecelakaan tersebut dari sisi pabrikan.

Akhir bulan ini, menurut dia, pihaknya akan terbang ke Seattle, Amerika Serikat, untuk membahas hal ini bersama dengan Boeing.

Hingga saat ini, rencana kedatangan pesawat masih sesuai dengan jadwal. Namun, ada berbagai pertimbangan yang memungkinkan pengiriman pesawat dijadwalkan ulang.

Baca selengkapnya: Bagaimana Nasib Ratusan Pesawat Boeing Pesanan Lion Air?

3. Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi, Dikritik Prabowo, Diprotes Pengusaha

Paket Kebijakan Ekonomi XVI baru sepekan diluncurkan, namun sudah diterpa gelombang kritik yang besar. Aktor pengkritiknya mulai dari politisi hingga dunia usaha sendiri.
Padahal kebijakan itu diluncurkan pemerintah untuk mendorong peningkatan investasi agar bisa menjadi mesin pertumbuhan ekonomi nasional.

Berbagai insentif pun diberikan. Mulai dari insentif pengurangan pembayaran pajak penghasilan (PPh) badan atau tax holiday hingga relaksasi Daftar Negatif Investasi (DNI) yang memperlebar kesempatan modal asing masuk.

Untuk tax holiday para investor bahkan bisa tak membayar PPh Badan hingga 20 tahun. Syaratnya antara lain besaran investasi yang harus ditanamkan.

Sementara terkait relaksasi DNI memicu kritikan antara lain dari Capres Prabowo Subianto dan pengusaha. Prabowo menilai Paket Kebijakan Ekonomi XVI tanda pemerintahan Jokowi menyerah ke asing.

Baca selengkapnya: Paket Kebijakan Ekonomi Jokowi, Dikritik Prabowo, Diprotes Pengusaha

4. 6 Hal yang Perlu Dicermati Sebelum Investasi Emas

Logam mulia atau emas batangan bisa menjadi pilihan investasi bagi generasi milenial. Emas bisa menjadi pilihan bagi Anda yang ingin memiliki investasi jangka pendek yang mudah dilikuidasi dengan sedikit risiko.

Namun, sebelum berinvestasi emas, perencana keuangan Aidil Akbar menyarankan para generasi milenial harus memperhatikan beberapa hal.

"Pertama, pastikan uang yang dipakai itu untuk jangka pendek. Kedua, pastikan yang dibeli emas batangan yang punya sertifikat, jangan yang leburan atau hasil lelang," ujar Aidil kepada Kompas.com, Kamis (22/11/2018).

Baca selengkapnya: 6 Hal yang Perlu Dicermati Sebelum Investasi Emas

5. Susi Tunggu Janji Ridwan Kamil Tata Objek Wisata di Pangandaran

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menunggu realisasi janji Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang akan melalukan penataan objek wisata di Pangandaran. Hal itu disampaikan Susi dalam akun Intagram pribadinya.  Sambil membagikan beberapa foto bersama Ridwan Kamil, Susi mengungkapan janji pria yang kerap disapa Kang Emil itu.

"Pak @ridwankamil juga sampaikan katanya rencana penataan obyek wisata Pangandaran akan dimulai tahun 2019," tulis Susi, Jumat (22/11/2018).

"Ditunggu lho, Pak! Supaya masyarakat jadi nyaman bermain di pantai sehingga kecintaan terhadap #LautKita semakin tinggi," sambungnya.

Menteri nyentrik itu juga mengungkapan, foto-foto bersama Ridwan Kamil diambil saat keduanya berkunjung ke Pangandaran beberapa hari lalu.

Baca selengkapnya: Susi Tunggu Janji Ridwan Kamil Tata Objek Wisata di Pangandaran



Close Ads X