Kompas.com - 24/11/2018, 09:11 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Tabungan Pensiun Negara Tbk (BTPN) melakukan pengembangan aplikasi bisnis dari layanan Jenius, aplikasi yang dikhususkan untuk pelaku usaha ini bertujuan untuk membantu mengembangkan usaha.

Digital Banking Business Product Head BTPN Waasi B Sumintardja mengatakan, aplikasi tersebut dibangun berdasarkan masukan dan permintaan dari nasabah Jenius yang menginginkan Jenius bisa dipakai untuk usaha atau bisnis.

"Masukan dari nasabah itu juga, kapan sih Jenius bisa dipakai untuk usaha?'  Ya kita bangun aplikasi ini agar mereka (pelaku usaha) bisa lebih profesional," kata Waasi, Jumat (23/11/2018).

Waasi menyebutkan, saat ini banyak pelaku usaha mikro kecil yang sulit naik kelas ke pengusaha mikro menengah atau pun besar. Hal itu menurut Waasi, terdapat tantangan-tantangan yang dihadapi para pelaku usaha mikro kecil untuk mengembangkan usahanya.

Baca juga: Sri Mulyani: UMKM Serap 96 Persen Tenaga Kerja

Mempelajari keluhan dari nasabah yang merupakan pelaku usaha, Waasi menambahkan, pihaknya menemukan permasalahan yang menghambat pengusaha mikro kecil sulit berkembang.

Seperti masih merekrut karyawan dari relasi kekeluargaan tanpa melihat kualitas, sulit mendapat pinjamam dari bank karena pendataan usaha yang kurang baik, dan lainnya.

"Masalah juga ada pada pengelolaan logistik dan pengelolaan transaksi, banyak pengusaha mikro kecil itu yang mencatat pendataan dibuku atau kardus rokok ," ujar Waasi.

Dari permasalahan pengusaha mikro kecil yang menghambat perkembangan usahanya, Jenius meluncurkan aplikasi bisnis untuk pelaku usaha yang berfungsi mengatasi permasalahan yang dihadapi pengusaha karena sulit berkembang.

"Inovasi terbaru dari Jenius ini tidak hanya menyediakan sistem pembayaran dan kemudahan untuk memantau ketersediaan barang bagi pengusaha, juga memberikan kiat-kiat bisnis hingga akses untuk promosi di media sosial langsung dari aplikasi. Sehingga, pengusaha dapat mengelola dan mengembangkan usaha dengan mudah melalui smartphone," jelas Waasi.

Dalam aplikasi tersebut juga pengusaha mikro bisa mengetahui untung atau tidaknya hasil usaha mereka dalam setiap periode kapanpun. Selain itu, pengusaha juga bisa melihat data ketersediaan stok produk yang dijual, produk mana yang laku atau tidak laku, dan sebagainya.

Adapun nantinya aplikasi ini akan terintegrasi dengan Jenius sehingga konsumen bisa bertransaksi melalui Jenius untuk keperluan pembayaran produk kepada pengusaha.

Aplikasi ini sudah diluncurkan pada Oktober 2019 dan diuji coba kepada 200 pelaku UMK (Usaha Mikro Kecil) nasabah Jenius. Rencananya aplikasi ini akan diperkenalkan kepada publik pada 2019.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.