Era Disrupsi Teknologi, Banyak Tantangan Pengembangan SDM Tenaga Kerja

Kompas.com - 26/11/2018, 12:12 WIB
Kongres Nasional Indonesia Kompeten, Rabu (21/11/2018) GNIKKongres Nasional Indonesia Kompeten, Rabu (21/11/2018)

JAKARTA, KOMPAS.com - Perubahan dunia kepada disrupsi digital yang tidak dapat dihindari, ditambahkan akan dihadapinya Revolusi Industri 4.0 menuntut keterampilan bisnis dan cara kerja yang baru. Dimana salah satunya adalah bagaiman mengembangan sumber daya manusia (SDM) agar sesuai dengan tuntutan zaman.

SDM yang kreatif dan memiliki keterampilan yang mendalam yang saat ini diperlukan untuk memastikan keberlanjutan daya saing tenaga kerja nasional. Pengetahuan dan keterampilan yang tertanam dalam individu Indonesia adalah bibit unggul yang akan mendorong inovasi, produktivitas, dan pertumbuhan Bangsa.

Berangkat dari kesadaran akan hal tersebut, terwujudlah sebuah solidaritas nasional untuk bangsa yang bernama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK).

GNIK adalah sebuah platform terbuka berskala nasional yang bertujuan untuk merangkul semua pemangku kepentingan yang terkait dengan pengembangan SDM seperti pemerintah, asosiasi pekerja, APINDO, KADIN, BNSP, Universitas, dan lain-lain untuk berkolaborasi dan bekerja sama untuk meningkatkan kapabilitas SDM dan mendorong daya saing tenaga kerja secara nasional.

Baca juga: Disrupsi Tak Hanya soal Ancaman, tapi Juga Peluang

Gerakan ini memiliki ruang lingkup dalam tiga hal, yaitu mempersiapkan kesiapan SDM Nasional pada sektor prioritas, mendorong kesiapan angkatan kerja nasional melalui Program Pemagangan Nasional, serta mendorong praktisi SDM sebagai mitra dan fasilitator dalam mengembangkan kapasitas SDM. Lebih jauh lagi, GNIK ini bertujuan untuk:

1. Memastikan keberlanjutan pengembangan sumber daya manusia Indonesia melalui sertifikasi untuk 2.000 Human Capital Profesional Indonesia pada 2019-2022.

2. Mendorong kesiapan angkatan kerja nasional melalui program Pemagangan Nasional untuk 400.000 Pencari Kerja pada 2019-2020

3. Mengundang Partisipasi nasional dalam membangun Daya Saing Nasional melalui Kongres Nasional Indonesia Kompeten.

4. Mempersiapkan kebutuhan dan kapabilitas Sumber Saya Manusia Nasional di sektor prioritas melalui Industry Transformation Strategy (ITS), Job Future Map (JFM), dan Manpower Plan (MP)

5. Memastikan keselarasan antara Kurikulum Nasional dengan SSKNI & KKNI

6. Menciptakan sinergi antara semua pemangku kepentingan yang terkait untuk bekerja sama mendorong daya saing Sumber Daya Manusia Nasional

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X