Indonesia Dorong Peningkatan Kapasitas Digital Masyarakat Pedesaan

Kompas.com - 26/11/2018, 13:04 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong di Kantor Kedubes Qatar, Jakarta, Rabu (1/8/2018). KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKOKepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong di Kantor Kedubes Qatar, Jakarta, Rabu (1/8/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia berupaya mendorong pengembangan kapasitas digital di masyarakat pedesaan. Upaya ini dilakukan dengan mengajukan inisiatif “Understanding Non-Tariff Measures on Agriculture, Forestry and Fisheries Sectors to Enhance Rural Development and Poverty Alleviation in the Asia-Pacific Region” dan “Leveraging Digital Technology to Improve the Education Quality in Rural and Remote Areas”.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong pada Pertemuan Para Menteri Luar Negeri dan Menteri Perdagangan APEC (APEC Ministerials Meeting/AMM) di International Convention Center (ICC), Port Moresby, Papua Nugini. Mennurut dia, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di kawasan pedesaan dan terpencil menjadi komponen penting dan perlu disadari bersama oleh anggota APEC.

"Untuk itu, Indonesia mengajukan kedua inisiatif  tersebut guna memastikan peningkatan kualitas kehidupan serta kesejahteraan masyarakat pedesaan dan terpencil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi digital," ujar Thomas dalam keterangan tertulis, Senin (26/11/2018).

Selain itu, lanjut Thomas, inisiatif itu diajukan karena adanya kesenjangan dan perbedaan keterampilan digital di antara anggota ekonomi APEC. Menurut dia, perlu inisiatif dan upaya yang dapat meningkatkan dan mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan masyarakat pedesaan, juga kaum perempuan.

Baca juga: Indonesia Kekurangan Talenta Digital di Semua Industri

Namun, kerja sama fasilitasi perdagangan digital harus dilakukan secara transparan dengan tetap menghormati kebijakan dan pertimbangan domestik.

"Pemanfaatan kemajuan teknologi digital sangat penting untuk memastikan peningkatan produktifitas bagi petani dan nelayan," kata Thomas.

Inisiatif yang diajukan tersebut merupakan dukungan Indonesia terhadap APEC Action Agenda for the Digital Economy untuk mendorong pengembangan e-commerce dan digitalisasi

perdagangan. Menurut Thomas, e-commerce dan revolusi digital memberikan peluang dan tantangan terhadap cara bernisnis serta merupakan komponen baru dalam pengembangan perdagangan serta pertumbuhan ekonomi dan  sosial ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

"APEC Action Agenda on Digital Economy merepresentasikan komitmen kita bersama dalam menetapkan target tujuan pengembangan e-commerce digitalisasi yang inklusif di kawasan," kata Thomas.

Ia melanjutkan, inklusivitas digital sangat penting untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan di kawasan Asia Pasifik.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X