Bekraf Targetkan Ekonomi Kreatif Bisa Sumbang Rp 1.200 Triliun ke PDB

Kompas.com - 27/11/2018, 17:30 WIB
Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA.Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf.

BANDUNG, KOMPAS.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf mengatakan, pada tahun 2019 mendatang pihaknya akan menggenjot sumbangan untuk produk domestik bruto ( PDB) Indonesia mencapai Rp. 1.211 triliun.

“Tahun 2019 minimal ada kenaikan Rp 100 triliun,” kata Triawan saat ditemui seusai acara Bincang Ekrafpreneur di Aula Universitas Padjajaran, Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa, (27/11/2018).

Lebih lanjut Triawan menjelaskan, sumbangan 16 subsektor ekonomi kreatif terhadap PDB negara terus menerus meningkat secara signifikan.

Pada tahun 2017 lalu, tercatat ekonomi kreatif menyumbang PDB hingga Rp. 1.000 triliun dan meningkat menjadi Rp.1.105 triliun di tahun 2018.

“Kita akan genjot dari semua subsektor secara merata,” tuturnya.

Meski demikian, Triawan mengatakan pada tahun depan ada tiga subsektor ekonomi kreatif yang akan menjadi prioritas untuk didorong selain tiga subsektor yang sudah menjadi unggulan karena menyumbang PDB untuk Indonesia paling tinggi di antara sub sektor lainnya.

“Kuliner, fashion dan kriya itu masih menjadi subsektor unggulan. Film, musik dan aplikasi games menjadi subsektor prioritas,” tuturnya.

Triawan menambahkan, salah satu subsektor ekonomi kreatif yakni industri perfilman Indonesia, saat ini bisa dikatakan mulai bangkit.

“Industri film itu subsektor yang kecil kontribusinya, tapi ternyata pertumbuhannya tinggi mencapai 10 persen,” ungkapnya.

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam upaya meningkatka industri perfilman Indonesia, kata Triawan, adalah mencabut Daftar Negatif Investasi di Indonesia agar para investor baik investor asing atau investor lokal bisa terbuka untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Tahun ini jumlah penonton film Indonesia di bioskop mencapai 46 juta. Target kita tahun 2019 mencapai 50 juta,” tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Keukeuh Minta Kenaikan Upah, KSPI Bandingkan dengan Zaman Habibie

Whats New
DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

DPR: Kunjungan PM Jepang Harus Bisa Dimanfaatkan Pengusaha Nasional

Whats New
PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

PGN Pastikan Pengerjaan Pembangunan Pipa Rokan Selesai Tepat Waktu

Rilis
Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Jika Tak Ada Penemuan Baru, Minyak Bumi Indonesia Akan Habis dalam 9 Tahun

Whats New
Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak 'Kucing-kucingan' Lagi...

Soal UU Cipta Kerja, KSPI: Mudah-mudahan DPR Tidak "Kucing-kucingan" Lagi...

Whats New
Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Efisiensi Anggaran Proyek Pipa Minyak Blok Rokan Capai Rp 2,1 Triliun

Rilis
Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Pengetahuan Teknologi hingga Internet jadi Persoalan Digitalisasi UMKM

Whats New
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Sri Mulyani Sebut Pemerintah Bakal Dukung Pembiayaan Startup, Ini Penjelasannya

Whats New
Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Ekonom: Sektor riil Paling Belum Siap Hadapi Digitalisasi

Whats New
Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Turun Signifikan dalam Beberapa Pekan, Saham IKAN Masuk Pengawasan Bursa

Rilis
BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

BI: Sistem Pembayaran Digital Berperan Penting dalam Pemulihan Ekonomi

Whats New
Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Penjualan Emas Antam Melonjak 147 Persen pada Kuartal III-2020

Whats New
Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Sri Mulyani Soroti Ketimpangan Digitalisasi di Indonesia

Whats New
Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Pansus KBN Tinjau Pelabuhan Marunda, KCN: Menunggu Rekomendasi Terbaik

Whats New
Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Ekonomi RI Bisa Pulih Cepat Dibandingkan Singapura dan AS, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X