Konsumsi BBM di Pembangkit PLN Tinggal 5 Persen

Kompas.com - 27/11/2018, 19:50 WIB
Direktur Utama PT PLN (persero) Sofyan Basir saat diwawancarai di Jakarta, Selasa (27/11/2018). -KOMPAS.com/AKHDI MARTIN PRATAMADirektur Utama PT PLN (persero) Sofyan Basir saat diwawancarai di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama PT PLN (persero) Sofyan Basir mengaku penggunaan Bahan Bakar Minyak ( BBM) untuk kebutuhan pembangkit tenaga listrik terus menurun sejak 2014 lalu.

Hal ini sejalan dengan target penurunan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit listrik mencapai 0,4 persen pada tahun 2025.

"Pemakaian BBM sendiri di PLN sudah turun drastis. Di 2014 14 persen dan hari ini tinggal 5-6 persen," ujar Sofyan usai menghadiri acara Kompas100 CEO Forum Ke-9 di Jakarta Convention Center, Selasa (27/11/2018).

Sofyan menambahkan, PLN akan terus mengurangi penggunaan BBM untuk kegiatan pembangkitan listrik, dan menggantinya dengan pembangkit jenis Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan porsi sebesar 23 persen pada 2025.

"EBT kita masukan 23 persen sampai 2025. Jadi dalam arti kata segala sesuatu sudah on track, mudah mudahan kita bisa laksanakan dengan baik," kata Sofyan.

Kendati penggunaan BBM terus menurun, Sofyan mengaku perseroannya mendapat untung dari melemahnya harga minyak dunia akhir-akhir ini. Apalagi dibarengi dengan menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

"Lebih baik dalam arti kata operasional kita bisa lebih baik, karena kemarin kan misalnya kita rugi kurs, nah ini mengurangi," ucap dia.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X