Cigna Indonesia dan Sampoerna Strategic Teken Kerja Sama Perlindungan Karyawan

Kompas.com - 27/11/2018, 20:43 WIB
Cigna Indonesia meresmikan kerja sama strategis dengan Sampoerna Strategic untuk penyediaan solusi perlindungan kepada karyawan serta pelanggan dan mitra kerja. Peresmian kerja sama itu dilakukan di Jakarta, Selasa (27/11/2018).
Dok. Cigna IndonesiaCigna Indonesia meresmikan kerja sama strategis dengan Sampoerna Strategic untuk penyediaan solusi perlindungan kepada karyawan serta pelanggan dan mitra kerja. Peresmian kerja sama itu dilakukan di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Perusahaan asuransi jiwa Cigna Indonesia meresmikan kerja sama strategis dengan Sampoerna Strategic untuk penyediaan solusi perlindungan kepada karyawan serta pelanggan dan mitra kerja. Peresmian kerja sama itu dilakukan di Jakarta, Selasa (27/11/2018).

Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto menjelaskan, penandatanganan kerja sama dilakukan pada 9 November 2018 lalu, setelah sekitar satu tahun melakukan penjajakan. Ternyata, lanjut Herlin, kedua perusahaan memiliki visi dan misi yang sama sehingga kerja sama strategis bisa terjalin.

“Ini sejarah bagi Cigna Indonesia, karena ini merupakan kerja sama strategis pertama bagi kami,” ujar Presiden Direktur Cigna Indonesia Herlin Sutanto melalui rilis ke Kompas.com, Selasa.

Hal senada dikatakan Bambang Sulistyo sebagai perwakilan Sampoerna Strategic. “Kami selalu berupaya melakukan yang terbaik, tidak hanya untuk internal, tetapi juga berkontribusi bagi eskternal yaitu kepada bangsa dan negara,” ujar Bambang.

Baca juga: Cigna Indonesia: Pengembalian Premi, Faktor Utama Nasabah Memilih Produk Asuransi

Hadir pada peresmian kerja sama tersebut antara lain Chief of Strategic Partnership Cigna Indonesia Akhiz Nasution, CEO Bank Sampoerna Ali Rukmijah, serta jajaran manajemen Cigna Indonesia dan Sampoerna Strategic lainnya.

Melalui kerja sama strategis itu, Cigna Indonesia mendapat akses menawarkan solusi perlindungan kepada karyawan dan pelanggan perusahaan di dalam Sampoerna Strategic.

Produk-produk yang ditawarkan merupakan produk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, hingga beragam produk unit link. Cigna Indonesia dan Sampoerna Strategic juga akan berkolaborasi menyediakan asuransi kesehatan yang merupakan bagian dari employee benefit karyawan di lingkungan Sampoerna Strategic.

Herlin mengatakan, potensi yang diperoleh Cigna dari kerja sama itu sangat besar. Namun, ia enggan menyebutkan berapa potensi yang bisa direngkuh tersebut. “Kami tidak bisa menyebutkan angka, tapi targetnya cukup strategis,” ujarnya.

Baca juga: Bidik Pertumbuhan Dua Digit, Cigna Intensif Garap Asuransi Kesehatan Keluarga

CEO Bank Sampoerna Ali Rukmijah menjelaskan, saat ini jumlah karyawan Sampoerna Strategic sekitar 100.000 orang, nasabah sekitar 150.000 orang, dengan mitra kerja sekitar 150 cabang, dan kantor Bank Sahabat Sampoerna sebanyak 20 cabang, belum lagi sejumlah diler dari perusahaan perkebunan dan kayu.

“Kami memilih Cigna karena didukung pengalaman global yang luar biasa. Selain itu, Cigna sudah 30 tahun di Indonesia dan memiliki produk yang cukup luas baik untuk masyarakat level atas dan bawah, sesuai dengan kelompok bisnis Sampoerna Strategic. Banyak kegiatan bisa kami lakukan bersama-sama, termasuk untuk melahirkan produk-produk baru dan menuangkan ide-ide bersama,” ujar Ali.

Bantu penetrasi pasar

Pada kesempatan itu, Herlin mengakui kerja sama dengan Sampoerna Strategic juga mendukung program Cigna Indonesia yang selaras dengan program pemerintah yakni meningkatkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia. Saat ini penetrasi asuransi masih jauh di bawah 10 persen.

“Penetrasi baru sekitar tiga persen. Makanya kami terus memperkuat jalur kemitraan, pemasaran dan penjualan lewat digitalisasi, proposisi produk yang sesuai kebutuhan masyarakat, dan jalur distribusi yang beragam,” papar Herlin.

Saat ini, total pelanggan Cigna mencapai 1 juta pelanggan. Pada akhir 2017, Cigna Indonesia mencapai hasil finansial solid dengan rasio tingkat solvabilitas atau disebut RBC (Risk Based Capital) sebesar 784 persen jauh di atas peraturan pemerintah sebesar 120 persen.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X