Kompas.com - 28/11/2018, 05:12 WIB
Penjual warung makanan pinggir jalan menerima pesan ketika pembeli berhasil membayar dengan Go-Pay. Fatimah Kartini Bohang/Kompas.comPenjual warung makanan pinggir jalan menerima pesan ketika pembeli berhasil membayar dengan Go-Pay.

JAKARTA, KOMPAS.com - Persaingan para pemain e-payment di Indonesia yang berlomba-lomba memberikan promo memberikan manfaat tersendiri bagi konsumen. Dimana promo yang ditawarkan bisa menjadi magnet untuk konsumen agar beralih menggunakan transaksi nontunai.

"Saya tidak bisa berbicara kompetitor sedang apa. Tugas kami adalah menawarkan yang terbaik melakukan untuk agar pengguna kami percaya dan merasakan manfaat," ujar Senior VP Product Marketing Go-Pay Galuh Chandra di Jakarta, Senin (26/11/2018).

Lebih lanjut, Head of Corporate Affairs Go-Pay Winny Triswandhani pada kesempatan yang sama juga mengatakan saat ini Go-Pay sedang membangun ekosistem yang kuat untuk meningkatkan implementasi nontunai di Indonesia. Hingga saat ini Go-Pay bisa dipakai di lebih dari 200.000 rekanan usahanya.

"Kami fokus ke melayani pengguna sebaik mungkin dan kita ada di setiap transaksi pengguna. Dan bagaimana rekan usaha happy. Kami bisa jadi mitra agar mereka semakin berkembang," kata Winny.

Winny menambahkan, selain bisa digunakan untuk transaksi berbelanja, saat ini untuk kegiatan sosial seperti membayar zakat hingga infaq juga bisa disalurkan. Bahkan untuk membuat SIM hingga Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang sudah bisa menggunakan Go-Pay di beberap daerah.

"Kami sudah terintegrasi dan kerjasama dengan banyak rekan usaha dan tidak hanya berbelanja, tapi juga untuk pembayaran yang lainnya," ujar Winny.

Sementara itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira Adhinegara menyebut masih banyak lahan untuk para pemain e-payment menggaet berbagai kalangan di Indonesia. Hal ini karena pasarnya pun masih luas, dengan perbandingan pemain yang masih sedikit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kompetisi belum sengit karena masih luas pasarnya sedangkan pemainnya baru sedikit," ujar Bhima kepada Kompas.com, Selasa (27/11/2018).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.