Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penyaluran Kredit Melalui Fintech "P2P Lending" Capai Rp 14 Triliun

Kompas.com - 28/11/2018, 11:02 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com - Penyaluran kredit melalui fintech peer to peer lending terus mengalami peningkatan. Hingga September 2018, kredit yang telah disalurkan via jejaring modern mencapai hampir Rp 14 triliun.

Berdasarkan data dari Otoritas Jasa Keuangan, penyaluran pinjaman per September 2018 mendapati Rp 13,8 triliun. Rinciannya, Rp 11,56 triliun di Pulau Jawa dan Rp 2,26 triliun berada di luar pulau Jawa.

Angka itu naik signifikan dibanding Desember 2016 dimana total penyaluran baru Rp 284 miliar, kemudian Desember 2017 menjadi 2,56 triliun. Kredit macet atau NPL dalam pinjaman Fintech per September 2018 adalah 1,2 persen atau meningkat jika dibanding Desember 2017 sebesar 0,99 persen.

Deputi Komisioner OJK Institute, Sukarela Batunaggar, menjelaskan, alokasi pinjaman yang mencapai Rp 14 triliun itu tercatat sejak ketentuan Fintech diatur dalam peraturan OJK.

Sejauh ini, ada ratusan Fintech yang tercatata di dalam asosiasi, dengan pola beragam antara lain pembayaran, peer to peer landing dan jenis lain.

"Peer to peer sendiri sejak berlaku POJK itu jumlah kredit yang disalurkan mencapai hampir Rp 14 triulij dari jumlah penyedia dana 160 ribu lebih, dan peminjam atau borrower itu 2,3 juta," ucap Sukarela, di Semarang, Rabu (28/11/2018).

Sukarela menambahkan, meski NPL dari Fintech secara umum lebih 1 persen, pihaknya tetap menjaga agar konsumen terhindar dari penipuan.

Semua pelaku usaha fintech diwajibkan untuk patuhi peraturan OJK, terutama POJK Nomor 13 tahun2018 tentang Inovasi Keuangan Digital di Sektor Keuangan.

"Fintech wajib mencatatkan diri di OJK agar statusnya legal, dan sesuai aturan. Kalau fintech tidak mau dicatat mereka pasti tidak berada di ekosistem yang sehat," ujarnya.

Pelaporan dan pencatatan Fintech harus dilakukan di kantor pusat di Jakarta. Namun, OJK tetap bekolaborasi dengan OJK di daerah dan pemerintah daerah.

"Ke depan dikaji, Fintech yang terdaftar dan berizin agar bisa sebagai user/member dari Silk. Sebagian Fintech sudah gunakan Silk," tandasnya. (K93-14)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Saat Bos Bulog Yakin Temukan Bukti Adanya Praktik Mafia Beras...

Whats New
Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Rp 4,96 Triliun Modal Asing Masuk RI Selama Sepekan

Whats New
Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Indonesia Sudah Punya 111 Kawasan Industri, Totalnya 108 Ribu Hektare

Whats New
Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Bos Food Station Optimis Harga Beras Medium Bisa Ditekan di Bawah Rp 9.000 per Kg

Whats New
Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Penjelasan PT Timah soal Kecelakaan Tambang yang Menewaskan 2 Pekerja

Whats New
BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

BUMN Virama Karya Buka 6 Lowongan Kerja, Pendaftarannya Ditutup 10 Februari 2023

Work Smart
Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Leadership Development Program, Upaya Elnusa Persiapkan Pemimpin Masa Depan

Whats New
RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

RI Jadi Tuan Rumah WWF Ke-10, Luhut: Ini Langkah Baik

Whats New
Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Kegiatan Sail Teluk Cenderawasih Diharap Dapat Menarik Investor untuk Pembangunan Daerah

Whats New
PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

PT Pegadaian Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi yang Dibutuhkan

Work Smart
Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Pegadaian Buka Lowongan Kerja hingga 11 Februari 2023, Simak Kualifikasinya

Work Smart
Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Usai Dipanggil Jokowi, Bos Bulog Gelontorkan 10.000 Ton Beras Impor

Whats New
Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Ekonom UI Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,19 Persen di 2022

Whats New
Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Kementerian PUPR Bantah Wisma Atlet Kemayoran Mangkrak

Whats New
Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Apakah BI Bakal Ikut The Fed Naikkan Suku Bunga Acuan Lagi?

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+