Faisal Basri: Rupiah Menguat Bukan karena Keringat Kita...

Kompas.com - 28/11/2018, 15:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom Faisal Basri menilai penguatan nilai tukar rupiah belakangan ini bukan karena upaya keras pemerintah, namun lebih karena gencarnya penarikan utang.

Penarikan utang itu membuat aliran uang masuk ke Indonesia meningkat, permintaan rupiah meningkat sehingga dinilai turut memompa nilai tukar rupiah.

"Kelihatan utang pemerintah itu naik, narik utangnya lebih banyak sehingga ikut membantu nilai tukar rupiah," ujarnya saat menjadi pembicara dalam Seminar Proyeksi Ekonomi Indonesia, di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

"Jadi ingat rupiah membaik bukan karena darah keringat kita, tapi karena utang," sambung dia.

Baca juga: Jokowi Sebut BI Tunjukkan Taringnya dalam Menjaga Rupiah

Faisal mengatakan, penarikan utang merupakan bagian dari other investment. Seperti investasi langsung dan portofolio, other investment juga bisa mempengaruhi nilai tukar rupiah.

Pada 2017 kata dia, penarikan utang lebih kecil dari pembayaran utang. Namun tahun ini ucapnya, pemerintah lebih gencar menarik utang.

Terkait rupiah, Faisal menyebut sepanjang Januari-September 2018, nilai tukar rupiah tertekan akibat aliran modal yang masuk ke RI minim hanya 11 miliar dollar AS. Sementara defisit transaksi berjalan mencapai 22 miliar dollar AS.

Kondisi ini berbeda dari 2017. Saat itu kata dia, defisit transaksi berjalan mencapai 17 miliar dollar AS. Sementara itu modal yang masuk mencapai 29 miliar dollar AS.

"Sekarang 22 miliar dollar AS sampai September defisitnya, uang yang masuk hanya 11 miliar dollar AS. Ya kelepekan lah rupiah," sambung Faisal.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.