ESDM Targetkan Listrik Panel Surya Atap Capai 1 Gigawatt dalam 3 Tahun

Kompas.com - 28/11/2018, 22:13 WIB
Siswa SMK bersiap memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap gedung SMK Prakarya Internasional di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5). SMK Prakarya Internasional bekerja sama dengan Power Technology Asean dari New Zealand memasang 20 panel surya yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5.000 VA untuk memenuhi seperdelapan kebutuhan listrik sekolah dan 9 Lab komputer. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.


ANTARA/M Agung RajasaSiswa SMK bersiap memasang panel Pembangkit Listrik Tenaga Surya di atap gedung SMK Prakarya Internasional di Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/5). SMK Prakarya Internasional bekerja sama dengan Power Technology Asean dari New Zealand memasang 20 panel surya yang mampu menghasilkan daya listrik sebesar 5.000 VA untuk memenuhi seperdelapan kebutuhan listrik sekolah dan 9 Lab komputer. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/aww/18.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Rida Mulyana menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap bisa terpasang sebesar 1 giga watt (GW) dalam kurun waktu tiga tahun.

Dia berharap dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 29 Tahun 2018 tentang penggunaan sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap oleh konsumen PT PLN (Persero) bisa menarik minat mayarakat memasang rooftop solar panel di rumahnya.

"Kurang lebih target satu gigawatt terpasang dalam waktu tiga tahun," ujar Rida di Jakarta, Rabu (28/11/2018).

Rida menambahkan, semua pelanggan PLN diperbolehkan memasang PLTS atap ini. Dengan semakin banyaknya PLTS atap diharapkan bisa menggenjot pemanfaatan energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional.

Baca juga: Konsumen PLN yang Ingin Pasang Panel Surya Atap, Perhatikan Ini

"Semua pelanggan PLN, baik rumah tangga, industri, komersil (boleh). Tujuannya adalah untuk menghemat ujungnya untuk konservasi lingkungan yang bersih," kata Rida.

Berdasarkan data PLN, saat ini sebanyak 553 pelanggan yang menggunakan rooftop panel surya ini. Dalam 10 bulan terakhir, kenaikannya mencapai 64 persen.

Sebelumnya, Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 49 Tahun 2018 tentang Penggunaan Sistem Pembangkit Tenaga Surya Atap oleh Konsumen PT PLN. Aturan ini berlaku sejak diundangkan pada 16 November 2018.

Peraturan ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan dalam bauran energi nasional, dan juga untuk menghemat tagihan listrik konsumen PLN.

Adapun perhitungan ekspor dan impor energi listrik dari PLTS Atap ini dihitung berdasarkan nilai kWh Ekspor yang tercatat pada meter kWh ekspor-impor dikali 65 persen.

Jika jumlah energi listrik yang diekspor lebih besar dari jumlah energi listrik yang diimpor pada bulan berjalan, maka kelebihan itu akan diakumulasikan dan diperhitungkan sebagai pengurangan tagihan listrik pelanggan bulan berikutnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.