Meluncur di Singapura, Go-Jek Targetkan Ratusan Ribu Pengguna

Kompas.com - 29/11/2018, 17:36 WIB
Suasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018).MURTI ALI LINGGA/KOMPAS.com Suasana ruangan di Kantor Go-Jek, Jakarta Selatan, Jumat (26/10/2018).

SINGAPURA, KOMPAS.com - Perusahaan teknologi penyedia aplikasi transportasi Go-Jek mulai meluncurkan versi beta di Singapura. Kehadiran Go-Jek melengkapi persaingan transportasi daring di Singapura.

Versi beta Go-Jek memungkinkan konsumen untuk memesan transportasi online. Namun demikian, konsumen hanya bisa mengakses transportasi daring tersebut di area-area terbatas.

Meskipun begitu, Go-Jek meyakini dapat menarik konsumen di Singapura.

"Dalam empat tahun kehadiran kami di Indonesia, kami bersaing dengan dua raksasa besar, dan kami bisa terus menjadi pemain paling dominan di Indonesia. Saya rasa kami memiliki sejumlah trik untuk bisa bersaing dengan beberapa dari mereka," ujar Presiden Go-Jek Andre Soelistyo seperti dikutip dari CNBC, Kamis (29/11/2018).

Baca juga: Go-Jek Meluncur di Singapura

Raditya Wibowo, global head of transport Go-Jek mengungkapkan, fase beta akan dimulai dengan beberapa ribu mitra pengemudi. Akan tetapi, Go-Jek berharap bisa melayani ratusan ribu pengguna sebelum diluncurkan secara penuh yang ditargetkan pada awal tahun 2019.

Go-Jek juga telah menjalin kerja sama dengan DBS, salah satu bank terbesar di Asia yang disebut memiliki jutaan nasabah di Singapura. Kemitraan ini memungkinkan nasabah DBS memeroleh prioritas dalam menggunaan aplikasi Go-Jek.

Andre beberapa waktu lalu di Singapura mengungkapkan bahwa pihaknya akan memberikan kode-kode promosi. Namun, ia menjelaskan pula Go-Jek akan membedakan diri dibandingkan perusahaan sejenis.

Baca juga: 50 Persen Transaksi Go-Pay Masih di Ekosistem Go-Jek

Go-Jek sendiri sangat populer di Indonesia. Go-Jek memroses lebih dari 100 juta transaksi bagi 20 juta hingga 25 juta pengguna aktif bulanan.

Singapura adalah bagian dari rencana ekspansi Go-Jek di Asia Tenggara. Go-Jek pun menyebut bakal berinvestasi sekira 500 juta dollar AS untuk rencana tersebut.

 



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X